Wakili Jabar di FLS2N, SMKN 10 Bandung Raih Juara 3

Wakili Jabar di FLS2N, SMKN 10 Bandung Raih Juara 3

Wakili Jabar di FLS2N, SMKN 10 Bandung Raih Juara 3

 

Wakili Jabar di FLS2N, SMKN 10 Bandung Raih Juara 3

SMK Negeri 10 Kota Bandung mewakili Jawa Barat

Berhasil meraih mendali perunggu pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional  Sekolah Menengah Kejuruan (FLS2N SMK) Tingkat Nasional  2018 di Banda Aceh.

Mereka yang diwakili oleh 5 siswa menjadi juara 3 pada lomba musik tradisional.

“Kelima siswa yang mewakili Jawa Barat ini merupakan siswa pilihan yang memang menonjol dari segi akademis maupun perilakunya. Siswa terpilih ini sudah terbiasa mengisi berbagai acara kesenian,” ujar pembimbing musik tradisi daerah, Dede Risnandar, Minggu, 2 September 2018.

Mereka adalah Dinita Bilqis Choerunnisa (vokal, rebana, kohkol, dan water bambu)

Fikri Yuliana Anwari (suling, rebab, rebana , dan vokal beluk), Vallery Renata (kacapi rincik, rebana, kecrek , water bambu), Abdul Ghifron F (kacapi, kohkol, dan rebana) serta Restu Muara Bagja (kendang, rebana, dan kohkol).

Dede mengatakan, dalam sebuah kompetisi tentu saja setiap peserta berharap menjadi yang terbaik. Akan tetapi, yang terpenting baginya dan tim adalah proses  menjadi yang terbaik.

“Apapun hasilnya yang terpenting bagi kami adalah proses mendewasakan anak dalam peristiwa budaya, itu jauh lebih penting, sebab menilai kesenian etnik, apalagi tingkat nasional itu tidak mudah. Oleh sebab itu, penekanannya bukan hasil, tapi nilai-nilai lain yang akan sangat bermanfaat buat masa depan anak kita,” kata Dede.

Tim musik tradisional asal Jawa Barat

katanya menampilkan tembang Cianjuran yang telah diaransemen kembali. Mereka menggunakan lagu dari Nyi Mas Saodah. Lagu yang diciptakan pada 1970-an itu diaransemen kembali menjadi lagu yang lebih kekinian.

“Kita garap dengan kekinian. Saat diaransemen ditambahkan alat musik lain seperti rebana, rebab. Gendre yang ada di karawitan Sunda juga dimasukan,” ujar Dede.

Penampilan yang diberikan oleh siswa sudah sangat maksimal

Dari segi karya, Dede mengatakan, siswanya telah memberikan penampilan yang terbaik. Dede berharap tahun selanjutnya, Jawa Barat akan menyumbangkan penghargaan yang lebih baik.

“Peringkat kriteria kekompakan tim, bagi kami memiliki nilai lebih dibanding hasil. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih meningkatkan prestasi khususnya musik tradisi daerah yang akan mengharumkan nama Jawa Barat,” ujar Dede.

 

Artikel terkait: