Variabel yang diamati

Variabel yang diamati

Variabel yang diamati pada praktikum ini yaitu :

3.4.1 Fertilitas

Telur fertil adalah telur yang digunakan pada saat  seleksi  telur  dengan  dilakukannya peneropongan. Menurut  (Suprijatna, dkk., 2005) Fertilitas  adalah  persentase  telur  fertil  dari sejumlah telur yang digunakan dalam satuan persentas

3.4.2     Daya Tetas

Daya tetas diartikan sebagai persentase telur yang  menetas  dari  telur  yang  fertil (Suprijatna, dkk., 2005). Jarak frekuensi pemutaran yang dilakukan terlalu dekat, tidak menunjukkan adanya perbedaan terhadap daya tetas telur.Hal ini kemungkinan disebabkan kisaran pemutaran dari empat sampai delapan kali/hari belum memberikan pengaruh terhadap keadaan embrio di dalam telur tetas (Dewanti dkk, 2014).

3.4.3 Bobot Tetas

Bobot Tetas menunjukkan perbedaan  pengaruh  yang  tidak  nyata. Hal  ini  dikarenakan  telur  dengan  bentuk lancip dapat menerima panas suhu ruang inkubasi dengan baik, sehingga proses metabolisme embrio  didalamnya  dapat  berjalan  dengan  baik  sehingga  berbobot  tetas  lebih  rendah (Mahi, 2012),  bila dibandingkan  dengan  telur  dengan  bentuk  bulat.

North  (1994) dalam Mahi (2012),  menyatakan  bahwa penyerapan suhu pada telur dengan bentuk lancip lebih baik bila dibandingkan dengan telur berbentuk  tumpul  maupun  bulat,  hal  ini  menyebabkan  proses  metabolisme  embrio didalamnya dapat berjalan dengan baik sehingga bobot tetasnya lebih tinggi.  North  dan  Bell  (1990) menyatakan  bahwa  kelembapan  mesin  tetas yang terlalu tinggi melebihi yang dianjurkan 55-60%  akan  menyebabkan  terganggunya sistem pernafasan, jantung, ginjal, dan dapat menyebabkan  embrio  dehidrasi  pada  proses penetasan.

sumber :
https://sel.co.id/gb-whatsapp-apk/