Usia Pensiun Peneliti Diperpanjang, Ini Reaksi Para Rektor

Usia Pensiun Peneliti Diperpanjang, Ini Reaksi Para Rektor

Usia Pensiun Peneliti Diperpanjang, Ini Reaksi Para Rektor

Usia Pensiun Peneliti Diperpanjang, Ini Reaksi Para Rektor
Usia Pensiun Peneliti Diperpanjang, Ini Reaksi Para Rektor

Amanat Undang-Undang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

(UU Sisnas Iptek) yang memperpanjang usia pensiun peneliti hingga 70 tahun disambut positif banyak pihak.

Penambahan usia pensiun peneliti ini bisa bermanfaat untuk sang peneliti dan produktivitas penelitian secara umum.

“Jadi, ini akan menambah kapasitas produksi riset nasional,” kata Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Kadarsah Suryadi, saat dihubungi wartawan, Ahad (21/7/2019).

Menurut dia, diperpanjangnya usia pensiun peneliti berarti angka harapan hidup manusia semakin tinggi.

Di sisi lain, peneliti di atas 70 tahun rata-rata masih sangat produktif. Tak jarang, kata dia, guru besar di kampus masih aktif melakukan penelitian di usianya yang lewat kepala tujuh.

Kadarsyah mengatakan, banyak peneliti senior yang telah memiliki jaringan luas

, baik tingkat industri, masyarakat, nasional, hingga internasional. Jika usia pensiun diperpanjang, kata dia, jaringan ini setidaknya akan tetap terjaga.

Selain itu, menurut dia, para peneliti senior bisa membimbing para doktor muda, hingga calon-calon doktor lebih panjang.

“Artinya kapasitas untuk membimbing para doktor bertambah. Jadi, produktivitas doktor dan peneliti muda akan meningkat seiring dengan adanya ketersediaan para peneliti senior,” kata pria yang juga Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) tersebut.

Kendati demikian, Kadarsyah berharap, perguruan tinggi meningkatkan kapasitas sarana prasarana.

Pemerintah, menurut dia, sudah banyak memberikan kontribusi untuk membiayai riset

, baik di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian dan pengembangan.

Kadarsyah menilai, tidak hanya universitas atau pemerintah yang terlibat dalam penaingkatan sarana prasarana, tetapi juga pihak lain, seperti dunia industri atau swasta.

Ini berkaca dari pengalamannya melihat negara-negara dengan riset yang maju, seperti Taiwan, Korea Selatan (Korsel) hingga Jepang.

 

Sumber :

https://my.sterling.edu/ICS/Academics/LL/LL379__UG08/FA_2008_UNDG-LL379__UG08_-A/Blog_105.jnz?portlet=Blog_105&screen=View+Post&screenType=next&&Id=dc470024-0aec-432c-bf79-108752dbf4b8