Umar Ibn Khaththab: Madinah sebagai Negara Adikuasa

Umar Ibn Khaththab: Madinah sebagai Negara Adikuasa

Semenjak penaklukan persia dan romawi, pemerintah islam menjadi adikuasa dunia yang memiliki wilayah kekuasaan luas, meliputi semenanjung Arabia, Palestina,Siria,Irak, Persia dan Mesir. Umar ibn Al-khaththab yang dikenal sebagai negarawan, administrator terampil dan pandai, dan seorang pembaharu membuatbberbagai kebijakan mengenai pengelolaan wilayah kekuasaanyang luas, ia menata struktur kekuasaan dan administrasi pemerintah negara Madinah berdasarkan semangat demokrasi.[9]

Untuk menunjang kelancaran administrasi dan opersional tugas-tugas jeksekutif, Umar melengkapinya dengan beberapa jawatan, antara lain: Umar melengkapinya dengan beberapa jawatan, antara lain:

  1. Dewan Al-kharraj (jawatan pajak ).
  2. Dewan Al-addats (jawatan kepolisian).
  3. Nazar Al-nafiat (jawatan pekerjaan umum).
  4. Dewan Al-jund (jawatan militer).
  5. Bai’at Al-mal (lembaga pembendaharaan negara).
  1. Peradaban pada Masa Khalifah Umar

Peradaban yang paling signifikan pada masa Umar, selain pola administrasi pemerintah, peperangan, dan sebagainya adalah pedoman dalam peradilan. Pemikiran khalifah Umar bin khaththab khususnya dalam peradilan yang masih berlaku sampai sekarang dikutip M.Fauzan.

Dalam mempertimbangkan perkara ini, Khalifah Umar selaku hakim yang bijaksana melakukan dua hal penting yang patut mendapatkan perhatian dan menjadi pelajaran berharga bagi para hakim di sepanjang zaman. Upaya yang dilakukan oleh Umar dengan meminta bantuan dari Ali r.a adalah apa yang dinamakan sekarang tahlil unshuril-jarimah (menganalisis unsur kejahatannaya sendiri), seperti pemeriksaan darah, sidik jari, dan sebagainya dalam peristiwa pembunuhan. Misalnya, langkah selanjutnya Umar menitikberatkan pada bahan bukti yang diahurkan oleh pendakwah (wanita yang menuduh).[10]

https://phpmag.net/clay-and-fire-apk/