Tujuan Pendidikan Sosial

Tujuan Pendidikan Sosial

Dalam pendidikan sosial tidaklah sempurna tanpa adanya suatu tujuan dimana tujuan tersebut merupakan suatu harapan besar dari perseorangan yang selalu di dambakan keberhasilannya dan itu semua merupakan suatu peran penting dalam pendidikan sosial, apabila sebuah tujuan tersebut telah berhasil diraih maka hasilnya akan memuaskan dan tentunya ini akan membentuk suatu kepribadian baik yang sesuai dengan yang diharapkannya.

            Sebelum menjelaskan bagaimana tujuan pendidikan dalam persepektif islam, ada baiknya kalau berikut ini dikemukakan terlebih dahulu beberapa tujuan pendidikan menurut beberapa tokoh. John Dewey termasuk di antara tokoh terkemuka dalam pendidikan yang menyatakan bahwa tujuan pendidikan adalah untuk pembentukan sikap hati-hati, awas, dan kebiasaan-kebiasaan berpikir teliti. The end and aim of education is “the formation of careful, alert, and thorough habits of thinking.” Menurutnya, tujuan pendidikan progresif adalah untuk ataka sejumlah keterampilan dan alat yang diperlukan idividu agar dapat berinteraksi dengan dirinya sendiri atau dengan lingkungannya, yaitu lingkungan yang senantiasa mengalami perkembangan dan perubahan. Alat- alat tersebut hendaknya meliputi kemampuan menyelesaikan masalah (problem-solving skills) yang dapat digunakan oleh Individu untuk mendefinisikan, menganalisis, dan menyelesaikan berbagai persoalan, baik secara pribadi maupun sosial. Juga, proses belajar harus difokuskan, pada perliaku Kooperatif  dan disiplin pribadi, dimana keduanya amat diperlukan untuk memfungsikan masyarakat yang demokratis.[6]

            Pendidikan sosial ini mempunyai tujuan penting yang di tekankan kepada anak didik untuk memperkuat kepercayaan, sikap, ilmu pengetahuan, supaya anak didik dapat mempersiapkan dirinya supaya bisa berperan dan menyesuaikan diri dengan masyarakatnya, serta bisa menanangani suatu permasalahan atau perubahan di lingkungannya dengan baik dan benar.

Berangkat dari asumsi bahwa manusia adalah hewan yang bermasyarakat (social animal) dan ilmu pengetahuan pada dasarnya dibina di atas dasar-dasar kehidupan bermasyarakat, mereka yang berpandangan kemasyarakatan berpendapat bahwa pendidikan bertujuan mempersiapkan manusia yang bisa berperan dan menyesuaikan diri dalam masyarakatnya masing – masing. Berdasarkan hal ini, tujuan dan target pendidikan dengan sendirinya diambil dan dan diupayakan untuk memperkuat kepercayaan, sikap, limu pengetahuan, dan sejumlah keahilan yang sudah diterima dan sangat berguna bagi masyarakat. Konsekuensinya, karena kepercayaan, sikap, ilmu pengetahuan, dan keahilan yang bermanfaat dan diterima oleh sebuah masyarakat itu senantiasa berubah, mereka berpendapat bahwa pendidikan dalam masyarakat tersebut harus bisa mempersiapkan peserta didiknya untuk menghadapi segala bentuk perubahan yang ada.[7]

POS-POS TERBARU