Tata Cara Menggunakan Khiyar

Tata Cara Menggunakan Khiyar

Tata Cara Menggunakan Khiyar

Tata Cara Menggunakan Khiyar
Tata Cara Menggunakan Khiyar

Dimaklumi bahwa akad atau jual beli yang di dalam nya terdapat khiyar adalah akad yang tidak lazim.dengan demikian,akad tersebut akan menjadi lazim jika khiyar tersebut gugur. Cara menggugur kan khiyar ada tiga:

a. penggguran jelas (sharih)

Pengguguran sharih adalah pengguguran oleh orang yang berhiyar ,seperti menyatakan, “dengan demikian akad menjadi lazim (shahih).sebalik nya ,akad gugur dengan pernyataan ,”saya batal kana tau saya gugur kan akad ini.

b. pengguran dengan dilalah

Penguguran degan dialah adalah tasharruf (beraktivitas dengan barang tersebut). Dari pelaku khiyar yang menunjukkan bahwa jual beli tersebut jadi di lakukan, seperti pembeli menghibahkan barang tersebut kepada orang lain, sebaliknya, [ebeli mengembalikan kepemilikan kepada penjual. Pembeli menyerahkan kembali barang kepada penjual bahwa ia membatalkan jual beli atau akad.

c. pengguguran khiyar dengan kemadaraatan

Penggugaran khiyar dengan adanya kemdaratan terdapat dalam beberapa keadaan, antara lain berikut ini.

1. Habis waktu

Khiyar menjadi gugur setelah habis waktu yang telah ditetapkabn walupun tidak ada pembatalan dari yang khiyar. Dengan demikian, akad menjadi lazim. Ha itu sesuai dengan pendapat ulama’ syafiiyah dan hanabilah. Menurut ulama malikiyah, akad idak laxim dengan berkahirnya waktu , tetapi harus ada penetapan berakhirnya waktu, tetapi harus ada penetapan atau pembatalan dari yang berkhiyar sebab khiyar merupakan hak bukan kewajiban.
Contohnya, janji seorang tuan terhadap budak (al-mukattab) untuk dimerdekakan pada waktu tertentu. Budak tersebut tidak menjadi merdeka karena habis nya waktu.

2. Kematian orang yang meberi syarat

Menurut ulama’ hanafiyah, khiyar syarat tidak dapat diwariskan, tetapi gugur dengan meninggalnya orang yang memberikan syarat. Ulama hanabilah berpendapat bahwa, khiyar menjadi batal dengan meninggalnya orang yang member syarat, kecuali jika ia memang mengamanatkan untuk membatalkannya, dalam hal ini khiyar menjadi ahli waris.
Ulama syafiiyah dan malikiyah berpendapat bahwa khiyar menjadi gaknya ahli waris. Dengan demikian, tidak gugur dengan meninggalnya orang yang meninggalkan syarat,

3. Adanya hal-hal yang semakna dengan mati

Khiyar gugur dengan adanya perkara-perkara yang semakna dengan mati, seperti gila, mabuk, dan lain-lain. Dengan demikian, jika akal seseorang hilang karena gila, mabuk, tidur, atau hal lainya, akad menjadi lazim.

Baca Juga: Rukun Iman

4. Barang rusak ketika masih khiyar

Jika barang masuk ditangan penjual batallah jual beli dan khiyarpun gugur. Jika barang sudah ada ditangan pembeli jual beli batal jika khiyar berasal dari penjual, tetapi pembeli harus mengantinya. Jika barang sudah ada ditangan pembeli dan khiyar berasal dari pembeli jual beli menjadi lazim dan khiyar menjadi gugur. Ulama syafiiyah seperti halnya ulama hanafiyah berpendapat bahwa: jika barang rusak denga sendirinya, khiyar gugur dan jual belipun menjadi batal.

5. Adanya cacat pad barang

Jika khiyar berasal dari penjual, dan cacat terjadi dengan sendirinya khiyar gugur dan jual-belipun batal.
Jika khiyar berasal dari pembeli dan ada cacat, khiyar gugur, tetapi jual beli tidak gugur, seba barang berada pada tanggung jawab pada pembeli.