SMAN 1 Lembang Borong Tiga Mendali dalam FLS2N SMA

SMAN 1 Lembang Borong Tiga Mendali dalam FLS2N SMA

 

SMAN 1 Lembang Borong Tiga Mendali dalam FLS2N SMA

Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional  Sekolah Menengah Atas

 

SMA Negeri 1 Lembang borong tiga mendali dalam  Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional  Sekolah Menengah Atas  (FLS2N SMA) Tingkat Nasional  2018 di Banda Aceh. Medali yang didapat adalah mendali emas dalam bidang lomba Baca Puisi oleh Karina Nur Aulia Putri, mendali emas dalam bidang lomba teater monolog oleh Sri Heny Fitriyani, serta medali perunggu dalam bidang lomba gitar solo oleh Muhammad Al-Fath Husain.

Kepala Bidang Pembinaan Menengah Umum (PMU) Dinas Pendidikan Jawa Barat, Yesa Sarwedi bangga dengan prestasi yang diraih siswa Jawa Barat. Menurut Yesa, Jawa Barat termasuk provinsi langganan juara dalam FLS2N tingkat Nasional. Walaupun pembinaan yang diberikan terasa kurang maksimal, akan tetapi Jawa Barat tetap mendapatkan mendali emas.

Pembinaan masih kurang

kemarin hanya memberikan pembinaan selama dua minggu. Kelemahan kita seperti itu. Harusnya dari satu tahun sebelumnya sudah ada pemetaan perencanaan.Kedepan kita akan memberikan pembinaan lebih lama. Misalnya kita akan kumpulkan terlebih dahulu yang berbakat dalam kabupaten atau kota,” ujar Yesa, pada Minggu, 31 Agustus 2018.

Yesa mengatakan

seleksi peserta FLS2N jenjang SMA tingkat Jawa Barat sudah lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Terbukti dari perwakilan Jawa Barat yang keluar menjadi pemenang beberapa lomba. Jika tahun lalu FLS2N jenjang SMA tingkat Jawa Barat hanya melalui sistem tunjuk, tahun ini sudah melalui sistem seleksi dari tingkat sekolah.

“Kita tahun sekarang sudah mulai perbaikan dari sisi seleksi. Seleksi di tingkat kabupaten, kemarin sudah hampur 80 persen,” ujar Yesa.

Walaupun Jawa Barat tidak menjadi juara umum, Yesa mengatakan dalam perlombaan, proses pembelajaran dan pendidikan karakter adalah hal terpenting. Di sini siswa dapat belajar menikmati proses dan menghargai peserta lain.

“Di lomba ini bukan masalah juara atau tidak, proses pembelajaran untuk pendidikan karakter, proses bisa menghargai kelebihan orang lain, menerimaan kekalahan dan untuk bersosialisasi serta bertukar pikiran dengan siswa dari berbagai provinsi. Jadi setelah perlombaan ini selesai, mereka akan mendapatkan pelajaran sesuatu,” ujar Yesa menjelaskan.

 

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/