Sifikasi Ekologis Air Tawar

Sifikasi Ekologis Air Tawar

Sifikasi Ekologis Air Tawar

Sifikasi Ekologis Air Tawar
Sifikasi Ekologis Air Tawar

Danau

Danau merupakan genangan air yang terdapat pada suatu cekungan besar baik oleh bentukan geologi maupun buatan manusia. Dalam ekosistem danau terdapat beberapa zona, antara lain :

a. Zona litoral: merupakan bagian danau yang merupakan pertemuan antara bagian daratan yang tidak tergenang air dan bagian daratan yang yang tergenang air. Dalam zona ini terdapat dua produsen yaitu tanaman berakar dan fitoplankton. Pada zona ini merupakan daerah yang paling banyak dihuni oleh jenis binatang dari zona yang lain.
b. Zona limnetik : zona ini merupakan daerah dimana genangan air sudah tidak terikat lagi dengan daratan yang tidak tergenang air. Pada zona ini sinar matahari masih dapat menembus genangan air, hal ini memungkinkan fitoplankton untuk hidup pada zona ini. Pada ekosistem danau fitoplankton merupakan produsen utama yang kemudian diikuti oleh konsumen I berupa serangga air, konsumen II berupa amphibi dan crustacea, konsumen III berupa ikan-ikan predator, konsumen puncak berupa ikan-ikan predator yang lebih besar, dan dekomposer berupa bakteri pengurai sehingga terbentuk suatu rantai makanan pada ekosiste danau.
c. Zona profundal : bagian dasar dan daerah air yang dalam yang tidak tercapai oleh penetrasi cahaya efektif. Karena tidak ada cahaya dalam memperoleh makanan penghuni zona ini bergantung organisme pada zona limnetik dan litoral.

Di dunia terdapat tiga kategori danau, yaitu seri oligotrofik-eutrofik, tipe danau yang khusus, dan penggenangan.

1. Seri oligotrofik-eutrofik

Danau oligotrofik ditandai pada zona litoral jumlah tanaman sangat sedikit serta kerapatan plankton rendah. Karena tanaman sangat sedikit serta kerapatan plankton yang rendah kemungkinan untuk kekurangan oksigen yang berat sangat kecil. Danau eutrofik merupakan kebalikan dari danau oligotrofik dimana pada zona litoral danau ini vegetasinya lebih lebat dan kerapatan plankton lebih tinggi, dengan banyaknya bahan organik ini kemungkinan pada stagnasi panas dapat menghilangkan beberapa organisme.

2. Danau khusus

a) Danau dystrophic : danau ini mengandung humic acid yang tinggi dalam airnya dan pada bagian tepi danau terdiri dari gambut yang berkembang menjadi pasir terapung gambut.
b) Danau tua yang dalam dan mempunyai binatang endemik : pada kasus ini, contohnya adalah Danau Baikal di Rusia yang terbentuk karena pergerakan bumi sewaktu zaman Mesozoik. Pada danau ini delapan persen dari 384 jenis artropoda merupakan binatang endemik yang tidak bisa ditemukan ditempat lain.
c) Danau asin di gurun pasir: danau ini terbentuk karena pengairan sedimenter di daerah dengan iklim kering dimana evaporasi lebih besar dari presipitrasi sehingga menghasilkan konsentrasi garam yang tinggi. Pada danau ini terdapat beberapa komunitas yang dapat bertahan pada kondisi salinitas yang tinggi salah satunya Artemia. Contoh danau ini adalah Great Salt Lake, Utah.
d) Danau alkali di gurun pasir : terjadi pada pengairan igneous di daerah dengan iklim kering serta pH dan konsentrasi karbonat tinggi. Contoh danau ini Pyramid Lake, Nevada.
e) Danau vulkanik : danau ini dicirikan dengan daerah vulkanik yang masih aktif dengan kondisi kimiawi yang ekstrem dan biota yang sangat terbatas. Danau ini umumnya terdapat di Jepang dan Filipina.
f) Danau dengan stratifikasi kimiawi : danau ini berbeda dengan danau-danau yang ada di dunia pada umumnya dimana air permukaan dan dasar bercampur secara berkala sehingga terstratifikasi secara permanen karena adanya rembesan air asin atau pelepasan garam dari endapan, hal ini menyebabkan terjadinya perbedaan kerapatan yang tetap antara air permukaan dan air dasar danau. Contoh Danau Big Soda Lake, Nevada yang merupakan danau dengan stratifikasi kimiawi.
g) Danau kutub : danau ini memiliki suhu permukaan tetap dibawah 4º C atau naik di atas itu hanya untuk periode yang sangat pendek selama musim panas, hal ini menyebabkan es mencair sehingga sirkulasi dapat terjadi.
3. Penggenangan : danau ini merupakan buatan manusia yang di bangun tergantung pada daerahnya dan pengairan alaminya. Danau ini memiliki fluktuasi permukaan air dan turbiditas yang tinggi.

Kolam

Kolam adalah daerah perairan yang kecil dimana zona litoralnya relatif besar dan daerah limnetik serta profundal kecil atau tidak ada. Ekosistem ini dapat ditemukan pada daerah yang memiliki curah hujan yang cukup. Terdapat beberapa jenis kolam, antara lain:

a. Kolam alami : kolam ini banyak ditemukan pada daerah kapur. Kolam ini terbetuk akibat depresi atau penurunan cairan dari strata di bawahnya.
b. Kolam sementara : kolam yang kering untuk beberapa waktu dalam kurun waktu setahun. Organisme pada kolam ini mampu bertahan pada stadium dorman selama periode kering dengan bertahan hidup dalam tanah yang kering untuk beberapa bulan atau bergerak ke dalam dan keluar kolam.
c. Kolam galian : kolam yang di bentuk oelh manusia atau hewan dengan cara membendung air atau melakukan penggalian.
· Komunitas Lotik (Air Mengalir)
Yang membedakan ekosistem ini dengan kolam adalah aliran air atau arus. Aliran air ini terbentuk karena adanya sumber air baik itu dari hujan, mencairnya es, munculnya mata air, dan adanya relief dari permukaan bumi. Air hujan setelah jatuh di permukaan bumi mengalami evaporasi kemudian merembes ke dalam tanah kemudian diserap oleh tumbuhan sehingga terjadi transpirasi dan sisanya mengalir di permukaan sebagai “surface run off” (Endarto, 2007: 99). Pada ekosistem ini beberapa organisme melakukan adaptasi untuk bertahan hidup. Bentuk adaptasi pada air mengalir, meliputi:
a. Melekat permanen pada substrat yang kokoh.
Bentuk adaptasi ini dilakukan oleh tanaman produsen utama seperti Cladophora dan diatomae serta oleh hewan seperti spons air tawar dan larva lakat.
b. Kaitan dan penghisap
Sejumlah besar hewan yang hidup di aliran air memiliki kaitan atau penghisap yang digunakan berpegangan pada dasar sungai untuk mempertahankan posisi tubuhnya dari aliran air yang deras. Hewan-hewan yang memiliki kaitan dan penghisap antara lain larva Diptera, Simulium, dan Blepharocera.
c. Permukaan bawah yang lengket
Banyak binatang yang dapat menempelkan diri pada permukaan dengan bagian bawahnya yang lengket seperti siput dan cacing pipih.
d. Badan yang “stream line”
Hampir semua jenis hewan aliran air memiliki bentuk tubuh yang stream line, hal ini bertujuan mengurangi gaya dorong dari aliran air. bentuk tubuh yang stream line dengan bentuk hampir seperti telur dan meruncing dibagian belakang menyebabkan tanahan air minimum yang mengalir melewatinya.
e. Badan yang pipih
Badan yang pipih memungkinkan hewan-hewan aliran air menemukan tempat perlindungan di bawah batu dan celah-celah batu.
f. Rheotaxis positif
Binatang aliran air hampir tidak bervariasi berorientasi ke arah hulu dan bila dapat berenang terus-menerus bergerak melawan arus. Kebalikannya banyak hewan yang hidup di air tenang ditempatkan pada air mengalir, kebanyakan dari mereka terhanyut oleh aliran air atau tidak berusaha melawan arus.
g. Thigmotaxis positif
Banyak binatang air mengalir mempunyai pola tingkah laku yang diturunkan untuk melekat dekat dengan permukaan atau menjaga badannya agar dekat dengan permukaan. Sebagai contoh sekelompok nimfa ditempatkan pada suatu cekungan, mereka berusaha untuk berhubungan dengan bagian bawah dar cabang kayu, reruntuhan, atau apa sajayang ada bahakan saling melekatkan diribila tidak ada permukaan yang dapat ditempati.

Baca Juga: