Sesar naik atau reverse fault

Sesar naik atau reverse fault

Sesar naik atau reverse fault disebabkan oleh gaya tekanan (compression stress). Gaya ini menyebabkan lempeng-lempeng pada kerak bumi saling bertumbukkan. Di daerah yang mengalami sesar naik, biasanya ditandai oleh adanya sabuk pegunungan. Sesar naik biasanya ditemukan disepanjang batas lempeng konvergen.

Sesar Turun atau normal fault disebabkan oleh gaya tegangan (tensional stress). Gaya ini mengakibatkan tertariknya kerak bumi kearah yang berlawanan. Didaerah yang mengalami sesar turun, biasanya ditandai dengan adanya lembah dan lereng yang curam atau punggung samudera. Sesar turun biasanya ditemukan di sepanjang batas lempeng divergen. Sesar turun terkadang ditemukan berpasangan. Pada sesar turun yang berpasangan, bagian lempeng yang berada antara dua sesar akan naik atau turun disebut terban (graben). Adapun bagian yang tetap disebut sembul (horst). Contoh sesar turun yang berpasangan terdapat di sesar Semangko (Sumatera), Lembah Rhien (Eropa), dan lembah curam afrika timur (Afrika).

Sesar Mendatar atau strike-slip fault

Sesar Mendatar atau strike-slip fault disebabkan oleh adanya gaya gesekan (shear stress). Gaya ini mengakibatkan lempeng-lempeng saling bergerak mendatar berlawanan arah. Sesar mendatar ditandai dengan adanya perpindahan tempat (relative displacement) secara horisontal. Sesar mendatar yang terkenal adalah sesar San Andreas di Kalifornia, Amerika Serikat.

3)      Lipatan adalah bengkokan yang terjadi pada lapisan batuan. Lipatan terjadi pada lapisan sedimen yang letaknya mendatar akibat tekanan-tekanan pada arah mendatar.

Lipatan umumnya terbentuk dari dua unsur dasar yaitu Sinklin dan Antiklin

Sinklin merupakan lipatan yang membentuk lembah (cekungan). Antiklin merupakan lipatan yang membentuk busur.

Jenis lipatan yang paling sederhana disebut monoklin, seperti yang terdapat di sebelah selatan Utah (Amerika Serikat). Lipatan yang kompleks, umunya terdiri atas gabungan beberapa sinklin dan antiklin.

Jenis-jenis lipatan dibedakan berdasarkan posisi unsur-unsur pembentukan lipatan (sinklin, antiklin, dan bidang simetri), secara umum dikenal lima jenis lipatan, yaitu lipatan tegak, lipatan miring, lipatan rebah sesar sungkup, lipatan rebah, dan lipatan isoklin. Posisi sebuah lipatan dapat diketahui dengan cara mengukur kemiringan serta sudut lipatan. Pengukuran dapat dilakukan dengan menggunakan kompas geologi.

Sumber: https://pendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/