Sejarah Pegadaian Secara Umum

 Sejarah Pegadaian Secara Umum

Gadai merupakan praktik keuangan yang sudah lama dalam sejarah peradaban manusia. Sistem rumah gadai yang paling tua terdapat di Negara Cina pada 3.000 tahun yang silam, juga di Benua Eropa dan Kawasan Laut tengah pada zaman Romawi dahulu. Namun di Indonesia, praktik gadai sudah berumur ratusan tahun, yaitu warga masyarakat telah terbiasa melakukan transaksi utang-piutang dengan jaminan barang bergerak.

Berdasarkan sejarah yang ada lembaga pegadaian dikenaldi Indonesia tahun 1746 yang ditandai dengan Gubernur Jendral VOC Van Imhof mendirikan Bank Van Leaning. Lembaga kredit dengan sistem gadai pertama kali hadir di bumi nusantara pada saat Vereenidge Oost Indishe Compagnie (VOC) datang di nusantara ini dan berkuasa.

  1. Landasan Prinsip Gadai Syariah

Pada dasarnya pegadaian syariah berjalan diatas dua akad transaksi syariah yaitu :

  1. Akad Rahn, yang dimaksud adalah menahan harta milik si peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya, pihak yang menahan memproleh jaminan untuk mengambil kembali seluruh atau sebagai piutangnya. Dengan akad ini, pegadaian menahan barang bergerak sebagai jaminan atas utang nasabah.
  2. Akad Ijarah, yaitu akad pemindahan hak guna atas barang dan jasa melalui pembayaran upah sewa, tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas barang sendiri. Melalui akad ini dimungkinkan bagi pegadaian untuk menarik sewa atas penyimpanan barang bergerak milik nasabah yang telah melakukan akad.

Dasar hukum yang menjadi inspirasi gadai syariah adalah ayat-ayat  Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad SAW, ijma’ ulama dan fatwa MUI.

sumber :

https://nashatakram.net/layanan-otomotif-seva-id/