Persebaran Sumber Daya Alam di Wilayah Daratan

Persebaran Sumber Daya Alam di Wilayah Daratan

Persebaran Sumber Daya Alam di Wilayah Daratan

Persebaran Sumber Daya Alam di Wilayah Daratan
Persebaran Sumber Daya Alam di Wilayah Daratan

Sebagaimana wilayah perairan, daratan juga menyimpan potensi sumber daya alam yang sangat besar. Daratan menyediakan tempat bagi kita untuk membangun tempat tinggal serta melakukan kegiatan guna mencukupi kebutuhan. Sebagian besar kebutuhan itu pun tersedia di daratan. Berikut ini kita akan mengenali sumber daya alam melalui kegiatan pemanfaatannya

1) Pertanian

Saat ini, pertanian di mata generasi muda dianggap mata pencaharian yang tidak menjanjikan masa depan. Sementara itu, selama ini Indonesia dikenal dengan negara agraris. Apa yang ada di alam Indonesia mendukung dikembangkannya pertanian. Seperti tanah yang subur, iklim yang mendukung, ketersediaan air yang cukup ,serta luas lahan yang mendukung. Sebenarnya bidang pertanian cukup menjanjikan jika kamu gigih berusaha. Lihat saja beberapa tokoh yang berhasil dalam pertanian, seperti Bob Sadino yang sukses di usaha agribisnis khususnya hortikultura, mengelola kebun sayur-mayur. Selain kegigihan usaha, pengetahuan tentang pertanian diperlukan guna memperoleh hasil yang maksimal. Terkait dengan hal ini, sebelum mengusahakan lahan di bidang pertanian dilakukan studi lahan terlebih dahulu.

Mempelajari karakteristik lahan dan akhirnya mewujudkan penggunaan lahan pertanian yang sesuai serta pemilihan jenis tanaman yang tepat. Oleh karena itulah persebaran jenis-jenis pertanian di Indonesia beragam bentuknya. Ada wilayah yang sesuai dikembangkan untuk sawah irigasi karena ketersediaan air yang cukup melimpah tanpa dipengaruhi musim. Ada pula sawah tadah hujan yang mendapatkan air hanya pada musim hujan sehingga perwujudannya sangat tergantung musim. Melihat kenyataan ini ada baiknya kamu mengenali bentuk pengolahan lahan pertanian, agar kelak kamu bisa menemukan bentuk yang cocok dikembangkan di wilayah tempat tinggalmu.

  1. a) Sistem Ladang

Sistem pertanian ini dianggap paling primitif (sederhana) karena pengolahan tanahnya sangat minim, hasil produksi (produktivitas) sangat tergantung pada kondisi tanah. Tipe pertanian ini biasanya dilakukan dengan membuka hutan oleh penduduk desa terdekat relatif sedikit, sehingga ketersediaan lahan tidak terbatas. Jenis tanaman yang dibudidayakan tidak banyak memerlukan air, seperti jagung, padi darat, dan umbi-umbian.

  1. b) Sistem Tegal Pekarangan

Sistem ini layak dikembangkan dil ahan kering yang jauh dari sumber air, dan pada umumnya diusahakan oleh orang setelah cukup lama menetap di suatu tempat. Pengelolaan jarang menggunakan tenaga yang intensif dan jarang menggunakan tenaga hewan.

  1. c) Sistem Sawah

Sistem sawah dibedakan menjadi sawah irigasi dan sawah tadah hujan. Sawah irigasi memerlukan teknik yang tinggi, utamanya dalam pengelolaan tanah dan air, hingga kestabilan biologi dan kesuburan tanah bisa dipertahanan. Hasil yang optimal akan diperoleh dengan sistem irigasi yang berkesinambungan dan sistem drainase yang baik. Lahan pertanian jenis ini memberikan sumbangan terbesar bagi ketersediaan tanaman pangan, baik padi maupun palawija. Sedangkan sawah tadah hujan, sistem pengairannya bergantung pada curah hujan yang turun.

  1. d) Sistem Perkebunan

Pertanian jenis ini dianggap sebagai pertanian industri, karena hasil yang diperoleh dari pertanian ini sangat mendukung kegiatan industri. Perkebunan memerlukan lahan yang luas dengan manajemen yang cukup baik. Tanaman yang potensial seperti karet, kopi dan cokelat, yang hingga kini menjadi komoditas ekspor.

Tetapi perlu diingat bahwa pengolahan saja tidak mendukung hasil yang optimal. Sebelum memulai menanam perlu diperhatikan kesesuaiantanaman terhadap lahan tertentu. Apabila kamu cermati, di Indonesia ada daerah yang menghasilkan sagu sedangkan daerah lain tidak. Ada juga suatu daerah yang dikenal sebagai penghasil tembakau. Kondisi ini menjadi bukti bahwa kesesuaian tanaman terhadap lahan benar-benar perlu dikaji Pada wilayah Maluku, hasil Bumi yang utama yaitu tanaman pala. Wilayah Papua dikenal sebagai penghasil sagu.

Persebaran tanaman di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kondisi serta karakteristik fisik suatu wilayah. Sebagai contoh tanaman teh. Tanaman ini tumbuh di daerah pegunungan dengan suhu udara yang rendah. Pegunungan di Indonesia banyak terdapat di Pulau Jawa dan Sumatra, sehingga tanaman teh banyak berkembang di wilayah-wilayah tersebut.

Info Tambahan

Persyaratan Tumbuh Beberapa Tanaman;

Syarat tumbuh tanaman kina:

  1. ketinggian 1.400–1.700 m di atas permukaan laut,
  2. suhu rata-rata harian 16,5°C tiap tahun,
  3. hujan yang merata sepanjang tahun antara 2.000 mm – 3.000 mm, dan
  4. tanah yang subur (vulkanis muda).

Syarat tumbuh tanaman tembakau:

  1. daerah tropis,
  2. musim kering waktu menanam,
  3. dataran rendah dan pegunungan sampai ketinggian 2.000 m di atas permukaan air laut,
  4. sedikit hujan waktu memetik,
  5. tanah yang subur (vulkanis muda), dan
  6. angin yang tidak terlalu kencang.

Syarat tumbuh tanaman teh:

  1. daerah pegunungan dengan ketinggian 800–3.000 m di atas permukaan air laut,
  2. daerah tropis yang sejuk,
  3. curah hujan banyak dan merata sepanjang tahun, dan
  4. tanah subur (vulkanis muda).

Syarat tumbuh tanaman kelapa sawit:

  1. dataran rendah dengan ketinggian sampai 500 m di atas permukaan laut,
  2. curah hujan yang merata sepanjang tahun, dan
  3. tanah gembur (air mudah meresap).

Syarat tumbuh karet:

  1. ketinggian 700 m di atas permukaan laut,
  2. daerah tropis dengan suhu rata-rata bulanan 24°C, dan
  3. hujan merata sepanjang tahun minimum 1.500 mm.

Syarat tumbuh tanaman cokelat:

  1. daerah tropis dan subtropis yang lembap, dan
  2. dataran rendah sampai perbukitan, dan
  3. di daerah terlindung.

Syarat tumbuh tanaman cengkih:

  1. tanah yang subur,
  2. air mudah meresap ke dalam tanah, dan
  3. daerah pegunungan dengan udara sejuk.

Syarat tumbuh tanaman kapas:

  1. tanah yang subur yaitu vulkanis muda,
  2. daerah tropis dan subtropis,
  3. memerlukan banyak air waktu tumbuh,
  4. sinar matahari yang cukup waktu mulai tua, dan
  5. suhu rata-rata 30°C (cukup sinar matahari).

Syarat tumbuh tanaman kopi:

  1. ketinggian wilayah 650–1.500 m di atas permukaan laut, serta
  2. dibutuhkan udara kering dan panas pada waktu mulai tua / masak.

2) Peternakan

Makan daging, telur, atau minum susu kini bukan hal mewah lagi. Kamu dapat merasakan semua itu karena ada kegiatan peternakan. Kegiatan ini bisa dilakukan karena ada daratan. Kegiatan peternakan di Indonesia sebenarnya sangat menjanjikan dan bisa menjadi peluang bagimu untuk berwirausaha. Ya, karena secara umum iklim di Indonesia sangat cocok untuk usaha pengembangan ternak. Usaha peternakan di Indonesia dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu peternakan hewan besar, peternakan hewan kecil, dan peternakan unggas.

Pada peternakan hewan besar, hewan yang diusahakan adalah sapi, kerbau, dan kuda. Adapun pada peternakan hewan kecil, hewan yang diusahakan adalah domba, kambing, dan babi. Peternakan unggas meliputi itik dan ayam. Peternakan ini hampir menyebar di seluruh Indonesia. Namun, ada daerah-daerah tertentu di mana peternakan diusahakan secara intensif. Contohnya peternakan kuda di Nusa Tenggara. Daerah ini sangat cocok untuk peternakan kuda, karena tersedia padang rumput yang sangat luas. Peternakan kerbau banyak terdapat di Sulawesi Selatan, karena konsumsi daging kerbau di provinsi ini cukup besar.

3) Kehutanan

Negara kita terletak di wilayah tropis dengan curah hujan yang tinggi. Karena itulah di Indonesia terdapat hutan hujan tropis yang mempunyai kekayaan luar biasa. Mulai dari pepohonan hingga berbagai binatang yang unik terdapat di hutan hujan tropis. Negara Indonesia juga dikenal sebagai negara pengekspor hasil hutan berupa kayu yang cukup besar. Ekspor kayu Indonesia mencapai lebih dari 1 juta meter kubik. Hutan di Indonesia menghasilkan berbagai jenis kayu, kayu jati terdapat di daerah-daerah bertanah kapur seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Pulau Buton. Kayu pinus terdapat di Takengon (Aceh) dan merupakan hutan budi daya. Kayu ulin, meranti, kamper, kruing, kayu besi, kayu hitam, dan berbagai jenis kayu lain yang merupakan hasil hutan hujan tropis di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, serta Papua. Sedangkan kayu sengon ada pada hutan budi daya yang sebagian besar terdapat di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Persebaran jenis pohon kayu-kayuan dapat berbeda-beda pada tiap wilayah. Karena setiap tanaman mempunyai kriteria – kriteria kesesuaian lahan untuk ditanam pada lahan tertentu.

4) Pertambangan

Seperti kita ketahui bahwa Bumi adalah sumber kekayaan alam. Materi dari permukaan hingga ke materi di dalam Bumi memberikan manfaat bagi kita. Materi dari dalam Bumi, salah satunya adalah batuan dan mineral yang diperoleh melalui pertambangan. Kegunaan baru dari batuan dan mineral terus dicari. Jika dua juta tahun yang lalu, orang-orang hanya mampu membuat kapak batu, saat ini komputer tidak akan bekerja tanpa keping silikon yang terbuat dari silika.

  1. a) Bahan bakar dari Bumi

Agar bisa hidup, kita mempunyai kebutuhan untuk dipenuhi. Salah satunya adalah energi yang bisa menggerakkan diri kita dan apa yang kita gunakan. Energi yang dibutuhkan oleh apa yang kita gunakan, seperti menggerakkan mesin dan memanaskan atau mendinginkan, serta menerangi rumah. Kebanyakan energi ini dipasok oleh mineral-mineral batu bara, minyak, dan gas.

Ternyata, sumber daya alam ini terbentuk melalui beberapa tahap;

(1) Saat itu, beberapa wilayah di Bumi tertutup rawa, pepohonan, dan tumbuhan paku. Sementara itu, organisme yang hidup di laut, ketika mati akan terendapkan. Tumbuhan hutan tertutup oleh lapisan pasir dan lumpur.

(2) Tumbuhan dan hewan yang terperangkap dalam lapisan, berangsur-angsur berubah menjadi batuan. Oleh karena terkubur jauh di bawah tanah, sisa pepohonan dan tumbuhan paku perlahan-lahan berubah menjadi batu bara. Tumbuhan dan lumpur di dalam batuan lumpur menjadi panas dan membentuk minyak dan gas lama yang terperangkap dalam struktur batuan.

(3) Hasilnya, penambangan dapat dilakukan untuk mendapatkan batu bara dari dalam tanah dan mengebor untuk mengekstrak minyak dan gas.

  1. b) Batuan dan Mineral

Kerak Bumi tersusun atas sekitar 3.000 mineral. Mineral tersebut ditemukan dalam tiga jenis batuan, batuan beku, sedimen, dan metamorf. Ketika batuan beku terbentuk, saat itu batuan leleh (magma) mendingin dan menjadi padat.

Dalam proses ini, batuan granit terbentuk di bawah kerak Bumi (1). Masih termasuk dalam proses pembentukan batuan beku, kadang-kadang magma meledak menembus kerak Bumi sebagai lava dan membentuk batuan vulkanis seperti basal (2). Batuan endapan terbentuk antara lain dengan tenaga angin dan air. Sungai mengendapkan batuan seperti batu tanah liat (3). Batu pasir terlonggok oleh angin (4). Sementara itu, batu gamping terbentuk ketika rangka tumbuhan dan hewan menumpuk di dasar danau atau laut (5). Batuan metamorf, terbentuk karena perubahan akibat tekanan dan panas. Seperti batu marmer, terbentuk karena magma memanaskan kerak di sebelahnya (6). Beberapa mineral, seperti mineral besi, berasal dari air yang tertinggal saat magma mendidih (7), mineral tembaga yang terbentuk ketika air laut terperangkap dan terpanaskan (8). Dari proses pembentukan batuan itulah dihasilkan batuan dan mineral yang bermanfaat bagi kehidupan, seperti intan, emas, dan tembaga yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

  1. c) Persebaran Bahan Tambang

Banyak sekali kekayaan di kulit Bumi yang bisa ditambang. Salah satunya adalah logam, 24% logam mengisi kerak Bumi, seperti aluminium, besi, kalsium, natrium, kalium, dan magnesium. Sisanya adalah oksigen dan silikon. Selain logam ada juga batuan, mineral, dan bahan bakar minyak.

5) Pariwisata

Jika kamu membayangkan terbang di atas daratan, kamu bisa melihat betapa beraneka ragamnya wujud muka Bumi. Ada pegunungan, lembah, air terjun, pantai, dan berbagai kenampakan buatan manusia yang juga menarik. Dapat pula kamu bayangkan, negara Indonesia dengan pulau-pulau yang terpencar, mempunyai keanekaragaman kenampakan alam. Dari kenampakan ini saja Indonesia telah diuntungkan. Mengapa? Kenampakan alam ini dapat dikembangkan sebagai objek wisata. Tidak hanya objek alami bahkan objek buatan pun bisa menjadi daya tarik di bidang pariwisata.

Ternyata pengembangan suatu kenampakan alam memerlukan daya dukung lingkungan. Daya dukung tersebut dinilai berdasarkan ada tidaknya parameter-parameter yang dipertimbangkan dalam penilaian tingkat kesesuaian lahan untuk pariwisata. Parameter tingkat kesesuaian tersebut antara lain iklim yang mendukung, aksesibilitas (kemudahan transportasi dan keterjangkauan), dan kerawanan terhadap bencana alam. Tidak mungkin bukan, daerah dengan kenampakan alami yang akan kita kembangkan menjadi daerah wisata, rawan terhadap bencana alam seperti tanah longsor, banjir, dan lain sebagainya. Hampir bisa dipastikan tidak ada wisatawan yang mau datang ke tempat wisata seperti itu. Selain itu, jika tingkat aksesibilitas rendah, tentu saja wisatawan enggan datang berkunjung.

6) Tata Guna Lahan

Jika kamu cermati lebih mendalam, hampir semua kegiatan pemanfaatan sumber daya alam tidak lepas dengan penggunaan lahan. Dengan menggunakan tanah kita bisa menanam berbagai macam tanaman, mendirikan bangunan, dan melakukan penambangan. Tanah merupakan sumber daya alam terpenting. Tanah menjadi tempat manusia melakukan berbagai kegiatan seperti industri, pertanian, transportasi, dan sebagainya. Berbicara masalah lahan erat hubungannya dengan masalah tanah. Kekayaan tanah di Indonesia juga beraneka ragam. Ada yang subur dan sesuai digunakan untuk pertanian, seperti tanah-tanah yang berasal dari materi yang dikeluarkan gunung api. Ada juga tanah yang kurang subur, kering, pecah-pecah bahkan berbatu. Tetapi tanah seperti itu pun masih bisa dimanfaatkan.

Oleh karena adanya keanekaragaman jenis tanah inilah, di Indonesia terdapat berbagai macam bentuk pemanfaatan tanah. Tanah dengan kesuburan yang relatif tinggi, seperti tanah aluvial yang banyak digunakan untuk lahan pertanian. Selain subur, pembentukan tanah aluvial dipengaruhi oleh aliran sungai. Ya, karena tanah aluvial merupakan hasilpengendapan oleh aliran sungai di dataran rendah. Oleh karena keberadaan tanah jenis ini umumnya berasosiasi dengan aliran air, mengakibatkan ketersediaan air pada tanah jenis ini relatif melimpah. Karena alasan ini pula, banyak tanah aluvial digunakan untuk lahan pertanian, terutama dalam bentuk sawah irigasi. Tanah yang tidak subur pun dapat dimanfaatkan. Contoh, tanah kapur yang akhir-akhir ini banyak digunakan untuk bahan dalam industri ba- ngunan, menghasilkan hiasan ornamen untuk dinding. Dengan contoh-contoh pemanfaatan ini, bagi kamu yang tinggal di daerah yang tidak subur tidak perlu berkecil hati. Carilah bentuk-bentuk pemanfaatan lain yang bisa membawa keuntungan bagimu dan bagi masyarakat di sekitarmu. Jika kita kreatif dalam mengolah sumber daya alam dan mampu menggunakan peluang, tentunya kita bisa memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Entah itu tanah yang subur ataupun tanah yang tandus. Hanya yang perlu kita ingat dan lakukan adalah mengelola sumber daya alam dengan arif berdasarkan prinsip pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Kita manusia merupakan aktor utama pelaku perusakan alam. Disadari atau tidak, manusia sering serakah dalam mengambil kekayaan alam. Bahan-bahan tambang kita ambil, setelah terkuras habis kemudian kita tinggalkan begitu saja. Ikan di laut kita tangkap dengan bom dan pukat harimau, hingga ikan-ikan kecil pun ikut mati bahkan terumbu karang menjadi rusak. Setelah semua rusak, penyesalan kita pun tidak ada gunanya.

7) Perikanan Darat

Seperti halnya perikanan laut, perikanan darat dapat dilakukan dengan penangkapan dan budi daya. Tetapi cara pertama belum tentu bisa dilakukan di semua perairan darat, pada umumnya dilakukan di wilayah-wilayah yang mempunyai sungai-sungai besar, seperti di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Selain di sungai, penangkapan ikan secara langsung dapat dilakukan di waduk, danau, dan rawa.

Sementara itu, budi daya perikanan darat dapat dilakukan dengan cara memelihara biota perairan darat di beberapa media baik itu perikanan air tawar maupun air payau, seperti di tambak, kolam, karamba, jaring apung, dan sawah (minapadi). Beberapa jenis ikan yang dibudidayakan di perikanan darat seperti ikan gurami, mas, lele, mujair, nila, nilem, sepat siam, tambakan, kakap, dan tawes. Persebaran beberapa jenis perikanan darat di Indonesia dapat kamu cermati pada tabel berikut ini. Kamu bisa menemukan provinsi yang mempunyai potensi perikanan darat terbesar.

 

Baca Artikel Lainnya: