Peredaran Upal di Ciayumajakuning Meningkat

Peredaran Upal di Ciayumajakuning Meningkat

Peredaran Upal di Ciayumajakuning Meningkat

Peredaran Upal di Ciayumajakuning Meningkat
Peredaran Upal di Ciayumajakuning Meningkat

INDRAMAYU-Kantor Bank Indonesia (BI) Cirebon

mencatat, peredaran uang palsu di wilayah 3 Cirebon yang meliputi Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) pada tahun 2015 lalu mengalami peningkatan hingga 100 persen dibanding tahun 2014.

Kepala Kantor BI Wilayah 3 Cirebon, Abdul Majid mengatakan, peningkatan uang palsu ini terjadi karena kesadaran masyarakat terus meningkat dalam pemahaman keberadaan uang palsu.

“Tahuun 2015 lalu kita menemukan 14 ribu lembar uang palsu,

dengan nominal yang paling banyak pecahan Rp100.000 dan Rp.50.000,” ucap Abdul, kepada , dalam acara sosialisasi Gerakan Pembayaran Non Tunai dan Layanan Keuangan Digital, di SMA Negeri 1 Sindang, Kabupaten Indramayu, Kamis (21/04).

Menurut Abdul, pemahaman masyarakat ini

meningkat setelah BI mengintensifkan gerakan “Edukasi Cikur” atau ciri-ciri keaslian uang kepada masyarakat.

“Dengan Edukasi Cikur ini masyarakat memahami, mengetahui uang yang mereka pegang itu palsu, kemudian melaporkannya ke BI,” ujarnya.

Abdul menyatakan, pihaknya akan memperluas program Edukasi Cikur ini ke seluruh lapisan masyarakat yang berada di wilayah Ciayumajakuning, mulai dari anak-anak sekolah hingga orang dewasa yang berada  di pusat-pusat aktivitas perekonomian.

 

Baca Juga :