Pengertian Propoganda Politik

Pengertian Propoganda Politik

Pengertian Propoganda Politik

Pengertian Propoganda Politik
Pengertian Propoganda Politik

Propaganda berasal dari bahasa latin, yaitu propagare yang berarti mengembangkan atau memekarkan. Kata itu muncul dari kata Congregatio De Propaganda Fide pada tahun 1622 ketika Paus Gregorius XV mendirikan organisasi yang bertujuan mengembangkan dan memekarkan agama kahtholik Roma baik di Italia maupun di Negara-negara lain (Sastropoetro, 1988).Propaganda merupakan salah satu bentuk komunikasi massa yang sering kali digunakan oleh individu ataupun kelompok sebagai media untuk menyebarluaskan suatu keyakinan atau doktrin.

Kini istilah propaganda sangat identik dengan satu aktivitas komunikasi yang berupaya memanipulasi psikologis khalayak. Dalam politik, propaganda memainkan peran yang sangat penting karena merupakan satu di antara pendekatan persuasi politik selain periklanan dan retorika. Dalam praktiknya, propaganda mengelaborasi pesan politik guna mendapatkan pengaruh secara persuasif. Biasanya digunakan oleh seseorang atau sekelompok orang terorganisir yang ingin menciptakan partisipasi aktif atau pasif dalam tindakan individu-individu masyarakat yang dipersatukan melalui manipulasi psikologis. Sementara itu, tak dapat dimungkiri bahwa hampir seluruh pendekatan persuasi kepada khalayak di era informasi ini menempatkan media massa sebagai instrumen saluran yang mesti digunakan. Media massa mempengaruhi persepsi khalayak tentang apa yang dianggap penting (Heryanto & Farida, 2010).

Selain itu, Harrold D. Lasswell mendefinisikan propaganda semata merujuk pada kontrol opini, dengan simbol-simbol penting, atau berbicara lebih konkrit dan kurang akurat melalui cerita, rumor, berita, gambar, atau bentuk-bentuk komunikasi sosial lainnya. Dalam hal ini, Lasswell melihat propaganda membawa masyarakat dalam situasi kebingungan, ragu-ragu dan terpaku pada sesuatu yang licik yang tampaknya menipu dan menjatuhkan mereka. Propaganda diartikan sebagai proses disemasi informasi untuk memengaruhi sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok masyarakat dengan motif indoktrinasi ideologi (Cangara, 2011). Pendapat lain dari Herbert Blumer, mengemukakan bahwa propaganda dapat dianggap sebagai suatu kampanye politik yang dengan sengaja mengajak dan membimbing untuk memngaruhi, membujuk atau merayu banyak orang guna menerima suatu pandangan, idiologi atau nilai (Arifin, 2011). Propaganda  sekarang  merupakan  bagian  politik rutin  yang  normal  dan  dapat diterima, dan tidak hanya terbatas pada  pesan-pesan yang dibuat selama  perayaan  politik,  kampanye,  krisis,  atau  perang.

Sumber : https://ejournal.unib.ac.id/index.php/agrisep/comment/view/2638/0/7534