Pengertian Hadits ‘Aziz dan Gharib Lengkap

Pengertian Hadits 'Aziz dan Gharib Lengkap

Pengertian Hadits ‘Aziz dan Gharib Lengkap

 

Pengertian Hadits 'Aziz dan Gharib Lengkap
Pengertian Hadits ‘Aziz dan Gharib Lengkap

Hadis ‘Aziz

Dari segi bahasa berasal dari kata (عزّـ يعزّ) yang merupakan sifat musyabbahahyang artinya sedikit atau langka. Menurut istilah hadis ‘aziz adalah:

“أن لا يقلّ رواته عن التبن في جميع طبقاة السند”
“Hadis yang semuanya thabaqah sanadnya tdak kurang dari dua orang periwayat”

Maksud definisi tesebut adalah menunjukkan bahwa hadis ‘aziz hadis yang diriwayatkan oleh dua orang perawi pada seluruh tingkatan (thabaqah) sanad atau walaupun dalam satu tingkatan sanad saja.
Sebagaimana halnya hadis masyhur,hadis ‘aziz ada yangshahih,hasan,dha’if,bahkan ada yang mawdhu’. Tergantung persyaratan yang terpenuhi. Adapun kitab-kitab khusus hadis ‘aziz belum bisa didapatkan mungkin karena kelangkaan hadis tersebut.

Hadis Gharib

Kata Gharib secara bahasa berarti menyendiri(المنفرد) atau jauh dari kerabat. Dari segi istilah adalah

“ما تفرّد به راو واحد فى أيّ طبقة من طبقات السند”

”Hadis yang bersendiri seoramg perawi dimana saja tingkatan (thabaqah) daripada beberapa timgkatan sanad”

Nama lain yang satu arti dengan hadis gharib adalah hadis fard ( فرد ) dalam bahasa diartikan tunggal atau satu jama’nya Afrad( أفرد )
Hadis gharib terdiri dari dua jenis:

Gharib Mutlak

,yaitu:
“هو ما كانت الغاربة فى أصل سنده و أصل السند هو طرفه ألّذى فيه الصحابي”
“Hadist yang gharabahnya (perawi satu orang) terletak pada pokok sanad. Pokok sanad adalah ujung sanad yaitu seeorang sahabat”

Gharib nishbi (elative)

yaitu :

“ما كانت الغرابة فى اثناء السند”
“Hadist yang terjadi gharabahnya (perawinya satu orang) ditengah sanad.”

Gharabah nishbi terbagi tiga macam :
1) Muqayyad bi ats-tsiqah
2) Muqayyad bi al-balad
3) Muqayyad ‘ala ar-rawi
Kitab-kitab hadis yang diduga banyak hadis gharib ialah:
1.) Kitab Athraf Al-Gharib Wa-Al-Afrad karya Muhammad Thahir Al-Maqdisi.
2.) Musnad Al-Bazzar.
3.) Al-Mu’jam Al-Ausath karya At-Thabarani.KEHUJJAHAN HADIS AHAD

Jumhur ulama baik dari sahabat tabi’in, serta para ulama sesudah mereka dari kalangan ahli hadis, ahli fiqih, dan ahli ushul berpendapat bahwa hadist ahad yang shahih dapat dijadikan hujjah yang wajib diamalkan dengan syarat hadis tersebut sebagai kewajiban syar’i bukan akli.

Demikianlahb penjelasannya semoga dapat bermanfaat. Terimakasih 🙂

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/kumpulan-kultum-ramadhan/