Pengendalian VSD

Pengendalian VSD

Pengendalian VSD

Cara-cara pengendalian penyakit yang dianjurkan dewasa ini terutama adalah penanaman kultivar yang mempunyai ketahanan cukup, pemangkasan dan pemupukan ekstra.

1. Pangkasan Sanitasi

Pangkasan sanitasi dilakukan dengan cara memotong ranting sakit sampai batas garis cokelat pada xylem ditambah 30 cm.
Pengendalian penyakit VSD di daerah basah (tipe curah hujan B di Sumatera Utara, Jawa Barat) dengan pangkasan sanitasi 2 minggu sekali dan di daerah kering (tipe curah hujan D di Jawa Timur) dengan pangkasan 1-3 bulan sekali ternyata efektif. (Pawirosoemardjo & Purwantara, 1987).
Tujuan pemangkasan adalah untuk menghilangkan ranting atau cabang sakit yang mengandung jamur (sanitasi) dan untuk mengurangi kelembapan kebun.
Cara pemangkasan: ranting atau cabang dipotong 30 cm dibawah pangkal garis cokelat yang tampak dalam kayu. Luka bekas pangkasan dioles dengan ter atau TB 192 atau Calixin RM.
Dalam keadaan yang parah usaha sanitasi ini cukup mahal dan sering menyebabkan tanaman sangat menderita.
Bahan-bahan pangkasan sebaiknya dibakar, ada juga yang mengatakan tidak perlu dibakar atau diangkut dari kebun, karena jamur tidak dapat berkembang dan membentuk tubuh buah pada ranting yang sudah dipotong.

2. Penanaman klon toleran

Kultivar kakao mulia (Criollo) yang banyak ditanam di Jawa dewasa ini ( DR 1, DR 2, DR 38, DRC 13, dan DRC 16), semuanya termasuk Trinitario yang mempunyai ketahanan yang cukup.
Sedangkan kakao lindak (Trinitario) yang dianjurkan antara lain adalah ICS 60 x Sca 6; DR 2 x Sca 12; Sca 12 x ICS 60; ICS 60 x Sca 12; DR 1 x Sca 6; DR 1 x Sca 12; dan Sca 6 x ICS 6. (Soemangun, 2000)
Untuk penanaman baru dianjurkan menanam hibrida/klon yang toleran misalnya DR 1 x Sca 6; DR 1 x Sca 12; ICS 60 x Sca 6; Sca 12 x ICS 60; Sca 6 x ICS 6; klon DRC 15. (Sulistiowaty, 2006).

3. Pemupukan diatas dosis normal

Menjaga kesehatan tanaman dengan cara pemberian pupuk yang seimbang harus tetap dilaksanakan. Pada tanaman yang terserang pemberian pupuk terutama Kalium dapat diberikan diatas dosis yakni 1,5 kali dosis normal. Kalium dapat meningkatkan kekerasan sel dan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit.

4.Penanaman Tanaman tahan VSD

Pada pengujian ketahanan di Papua Nugini (Prior, 1977) diketahui kultivar-kultivar Trinitario lebih tahan terhadap VSD. Diduga kuat bahwa ketahanan ini bersifat horizontal, dikendalikan oleh banyak gen, sehingga stabil.
Klon-klon yang pada pertengahan tahun 1960-an terbukti tahan, sampai sekarang belum tampak mundur ketahanannya (Keane dan Prior, 1992).
Pada pengujian di Malaysia, Chan dan Wazir (1976) menyatakan bahwa kultivar-kultivar Upper Amazon dan Trinitario lebih tahan daripada Amelonado dengan hibrida-hibridanya. Hal ini disebabkan Upper Amazon dan Trinitario lebih kuat pertumbuhannya, sehingga mampu membentuk ranting-ranting baru untuk mengganti yang mati karena penyakit.

5. Penyemprotan dengan Fungisida dan ZPT kimia

Fungisida kimia dan ZPT yaitu berbahan.aktif Azoksistrobin 200 gl dan Difenokonazol 125 g/l.

Baca juga: