Pengaruh kebudayaan dalam era global terhadap jiwa keagamaan

 Pengaruh kebudayaan dalam era global terhadap jiwa keagamaan

 Pengaruh kebudayaan dalam era global terhadap jiwa keagamaan

 Pengaruh kebudayaan dalam era global terhadap jiwa keagamaan

Era global ditandai oleh proses kehidupan mendunia, kamajuan IPTEK terutama dalam bidang transportasi dan komunikasi serta terjadinya lintas budaya. Kondisi ini mendukung terciptanya berbagai kemudahan dalam hidup manusia, menjadikan dunia semakin transparan. Pengaruh ini ikut melahirkan pandangan yang serba boleh (permissiveness). Apa yang sebelumnya dianggap sebagai tabu, selanjutnya dapat diterima dan dianggap biasa. Sementara itu, nilai-nilai tradisional mengalami proses perubahan sistem nilai. Bahkan mulai kehilangan pegangan hidup yang bersumber dari tradisi masyarakatnya. Termasuk ke dalamnya sistem nilai yang bersumber dari ajaran agama.

Dalam kaitannya dengan jiwa keagamaan, barang kali dampak globalisasi itu dapat dilihat melalui hubungannya dengan perubahan sikap. Menurut teori yang dikemukakan oleh Osgood dan Tannenbaum, perubahan sikap akan terjadi jika terjadi persamaan persepsi pada diri seseorang atau masyarakat terhadap sesuatu. Hal ini berarti bahwa apabila pengaruh globalisasi dengan segala muatannya di nilai baik oleh individu maupun masyarakat, maka mereka akan menerimanya.[5]

Tetapi, menurut David C.Korten, ada tiga krisis yang bakal dihadapi manusia secara global. Kesadaran akan krisis ini sudah muncul sekitar tahun 1980an, yaitu : kemiskinan, penanganan lingkungan yang salah serta kekerasan sosial. Gejala terseabut akan menjadi mimpi buruk kemanusiaan di abad ke 21 ini. Selanjutnya ia menginventarisasi ada 21 permasalahan yang secra global akan di hadapi oleh manusia, yaitu:

  1. Pemulian lahan yang kritis.
  2. Mengkonservasi dan mengalokasi sumber-sumber air yang langka.
  3. Mengurangi polusi udara.
  4. Memperkuat dan memelihara lahan pertanian kecil.
  5. Mengurangi tingkat pengangguran yang kronis.
  6. Jaminan terhadap pemeliharaan hak asasi manusia.
  7. Penyediaan kredit bagi kegiatan ekonomi bersekala kecil.
  8. Usaha pengurangan persenjataan dan militerisasi.
  9. Pengawasan terhadap suhu secara global.
  10. Penyediaan tempat tinggal bagi tunawisma.
  11. Pertemuan yang membutuhkan pendidikan dua bahasa.
  12. Pengurangan tingkat kelaparan, tuna aksara, dan tingkat kematian bayi untuk menambah jumlah penduduk.
  13. Mengurangi tingkat kehamilanremaja.
  14. Mengatur pertumbuhan penduduk dan pengaturan perimbangannya.
  15. Meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap permasalahan yang menyangkut perkembangan global.
  16. Peningkatan kewaspadaan terhadap pengrusakan alam.
  17. Menyediakan fasilitas bagi kesepakatan untuk mengurangi berbagai ketegangan regional yang di sebabkan perbedaan rasial,etnis dan agama.
  18. Menghilangkan atau membersihkan hujan asam.
  19. Penyembuhan terhadap korban penyakit AIDS serta mengawasi penyebaran berjngkitnya wabah tersebut.
  20. Menempatkan kembali atau memulangkan para pengungsi.
  21. Pengawasan terhadap lalu lintasperdagangan alkohol dan penyalah gunaan obat bius.