PENEMUAN DAN PEMUGARAN CANDI PRAMBANAN

PENEMUAN DAN PEMUGARAN CANDI PRAMBANAN

PENEMUAN DAN PEMUGARAN CANDI PRAMBANAN

PENEMUAN DAN PEMUGARAN CANDI PRAMBANAN

Candi Prambanan yang dibangun

sedemikian megah dan besar tersebut ternyata pernah ditelantarkan. Sekitar tahun 930 Masehi, raja Medang Mataram, Mpu Sindok memerintahkan pemindahan ibu kota ke daerah Jawa Timur. Perintah itu membuat Candi Prambanan terlupakan.

Pasalnya, dengan pindahnya ibu kota Kerajaan saat itu Candi Prambanan menjadi tidak terawat. Alhasil candi pun rusak dan runtuh secara perlahan karena ditinggalkan dan tidak ada yang mengurus candi lagi.

Selain rusak karena ditinggalkan dan tidak dirawat, bencana alam seperti gempa bumi juga berperan dalam kerusakan Candi Prambanan. pada abad ke 16 diketahui sebuah gempa bumi dahsyat membuat bangunan Candi Prambanan benar-benar runtuh. Meski begitu warga sekitar masih mengetahui keberadaan Candi Prambanan.

Namun, karena tak ada warga lokal yang mengetahui pasti asal-muasal candi tersebut, muncullah kisah perihal keberadaan candi tersebut. Candi Prambanan sendiri kembali ditemukan oleh seorang warga Belanda bernama CA. Lons pada tahun 1733.

Candi Prambanan menarik perhatian dunia saat Jawa tengah berada di bawah pemerintahan Britania Raya. Salah satu bawahan Gubernur-Letnan, Sir Thomas Stamford Raflles yang bernama Colin Mackenzie, menemukan Prambanan. Mengetahui anak buahnya menemukan Candi Prambanan, Thomas yang tertarik pada sejarah dan budaya Jawa pun memerintahkan penyelidikan lebih lanjut.

Meski telah ada perintah penyelidikan, reruntuhan candi tetap terlantar. Penggalian tidak serius pada era 1880-an tercatat dilakukan. Tapi, praktek penggalian itu membuat banyak penjarahan terjadi. Prambanan pun menjadi korban para pencuri artefak layaknya yang terjadi di Borobudur.

Beberapa tokoh saat itu pun mulai melakukan tindakan pembersihan dan pembongkaran besar-besaran. Namun, pembongkaran itu membuat batu-batu candi tertumpuk di sepanjang Sungai Opak. Penumpukan itu membuat warga secara sembarangan mengambilnya.

Warga Belanda kala itu menjadikannya hiasan taman. Sementara warga pribumi menggunakan bangunan candi sebagai salah satu bahan bangunan dan fondasi rumah mereka.Sempat menjalani banyak praktek pencurian dan pembongkaran, Candi Hindu terbesar di Indonesia itu akhirnya dipugar pada tahun 1918. Namun baru benar-benar serius ditangani pada 1930-an.

Upaya restorasi pun akhirnya dilakukan terus menerus, hingga pada tahun 1953 pemugaran candi Siwa dirampungkan dan diresmikan oleh Presiden Sukarno saat itu. Candi Prambanan kehilangan banyak batu asli sehingga banyak bagian yang harus diganti dengan batu baru. Selain itu, beberapa candi kecil tak dibangun ulang karena alasan bangunan yang tersisa tak sampai 75 persen.

Kini, Candi Prambanan yang sempat rusak akibat gempa Yogyakarta pada 2006 itu masuk dalam salah satu situs warisan dunia. Itu berarti Candi Prambanan merupakan salah satu situs bersejarah yang dilindungi UNESCO. Candi Prambanan juga menjadi tempat wisata dan tempat berlangsungnya event-event besar.


Sumber: https://www.twittsev.com/2020/04/24/carnivores-apk/