Pemeriksaan Limpa

Pemeriksaan Limpa

               Metode yang digunakkan seperti pada pemeriksaan hapar

  1. Anjurkan pasien miring kanan dan letakkan tangan pada bawah interkosta kiri dan minta pasien mengambil nafas dalam kemudian tekan saat inhalasi tenntukkan adanya limpa.
  2. Pada orang dewasa normal tidak teraba.4. Pemeriksaan Renalis

        Pemeriksaan renalis dapat dilakukan dengan cara:

  1. Untuk palpasi ginjal kanan letakkan tangan pada atas dan bawah perut setinggi Lumbal 3-4 dibawah kosta kanan.
  2. Untuk palpasi ginjal kiri letakkan tangan setinggi Lumbal 1-2 di bawah kosta kiri.
  3. Tekan sedalam 4-5 cm setelah pasien inhalasi jika teraba adanya ginjal rasakan bentuk, kontur, ukuran, dan respon nyeri.
  4. Pemeriksaan  Genetalia

       Pemeriksaan  Genetalia bertujuan untuk mengetahui adanya lesi, untuk mengetahui adanya infeksi (gonorea, shipilis, dll), dan untuk mengetahui kebersihan genetalia. Tindakan yang dilakukan dalam pemeriksaan genetalia yaitu dengan cara:

  1. Genetalia laki-laki
  2. a) Inspeksi: Amati penis mengenai kulit, ukuran dan kelainan lain. Pada penis yang tidak di sirkumsisi buka prepusium dan amati kepala penis adanya lesi, amati skrotum apakah ada hernia inguinal, amati bentuk dan ukuran
  3. b) Palpasi: Tekan dengan lembut batang penis untuk mengetahui adanya nyeri dan tekan saluran sperma dengan jari dan ibu jari
  4. Genetalia wanita:
  5. a)Inspeksi: Inspeksi kuantitas dan penyebaran pubis merata atau tidak, amati adanya lesi, eritema, keputihan/candidiasis
  6. b) Palpasi: Tarik lembut labia mayora dengan jari-jari oleh satu tangan untuk mengetahui keadaan clitoris, selaput dara, orifisium dan perineum.
  1. Pemeriksaan Rektum dan Anal

       Pemeriksaan Rektum dan Anal bertujuan untuk mengetahui kondisi rectum dan anus, untuk mengetahui adanya massa pada rectal, dan untuk mengetahui adanya pelebaran vena pada rectal/hemoroid. tindakan yang dapat dilakukan dalam pemeriksaan rektum dan anal ini yaitu dengan memposisi kanpria sims/ berdiri setengah membungkuk, wanita dengan posisi litotomi/ terlentang kaki di angkat dan di topang.

  1. Inspeksi: jaringan perineal dan jaringan sekitarnya kaji adanya lesi dan ulkus.
  2. Palpasi : ulaskan zat pelumas dan masukkan jari-jari ke rectal dan rasakan adanya nodul dan atau pelebaran vena pada rectum.
  1. Pemeriksaan Muskuloskeletal

      Pemeriksaan Muskuloskeletal bertujuan untuk memperoleh data dasar tentang otot, tulang dan persendian serta untuk mengetahui mobilitas, kekuatan otot, dan gangguan-gangguan pada daerah tertentu. Tindakkan yang dapat dilakukan dalam pemeriksaan muskuloskeletal adalah:

  1. Muskuli/otot
  2. a) Inspeksi: Inspeksi mengenai ukuran dan adanya atrofi dan hipertrofi (ukur dan catat jika ada perbedaan dengan meteran).
  3. b) Palpasi: Palpasi pada otot istirahat dan pada saat otot kontraksi untuk mengetahui adanya kelemahan dan kontraksi tiba-tiba.
  4. c) Lakukan uji kekuatan otot dengan menyuruh pasien menarik atau mendorong tangan pemeriksa dan bandingkan tangan kanan dan kiri.
  5. d) Amati kekuatan suatu otot dengan memberi penahanan pada anggota gerak atas dan bawah, suruh pasien menahan tangan atau kaki sementara pemeriksa menariknya dari yang lemah sampai yang terkuat amati apakah pasien bisa menahan.
  6. Tulang/ostium
  7. a) Amati kenormalan dan abnormalan susunan tulang
  8. b) Palpasi untuk mengetahui adanya nyeri tekan dan pembengkakan
  9. Persendiaan/articulasi
  10. a) Inspeksi semua persendian untuk mengetahui adanya kelainan sendi.
  11. b) Palpasi persendian apakah ada nyeri tekan.
  12. c) Kaji range of  mosion/rentang gerak (abduksi-aduksi, rotasi, fleksi-ekstensi, dll).

 

Sumber :

https://littlehorribles.com/