Pemeliharaan Ternak

 Pemeliharaan Ternak

Menurut yopi (2010:128) budidaya adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang yang memberikan hasil atau keuntungan bagi pembudidaya tersebut. Budidaya sapi perah adalah usaha di bidang peternakan yang difokuskan untuk menghasilkan susu dari sapi perah.

Siregar (1999:23) Sapi perah  adalah sapi yang diternakkan terutama sebagai penghasil susu. Sesuai dengan SK Mentan No. 362 /Kpts/TN.120/5/1990, usaha peternakan sapi perah di Indonesia dibagi menjadi dua macam, yaitu usaha peternakan rakyat dan perusahaan peternakan sapi perah. Usaha peternakan rakyat adalah usaha yang digunakan sebagai usaha sampingan yang memiliki sapi perah kurang dari 10 ekor sapi laktasi dewasa atau memiliki jumlah seluruh kurang dari 20 ekor sapi perah campuran.

Bangsa sapi perah di indonesia dapat dikatakan tidak ada. Sapi perah di indonesia berasal dari sapi impor dan hasil dari persilangan sapi impor dengan sapi lokal. Pada tahun 1995, di indonesia terdapat sekitar 20.000 ekor sapi perah dan hampir seluruhnya merupakan sapi FH (Friesian Holstein) dan keturunannya.

Hasil persilangan antara sapi lokal dengan sapi FH sering disebut sapi PFH (Peranakan Friesian Holstein). Sapi ini banyak dipelihara rakyat, terutama di daerah Boyolali, Solo, Ungaran, Semarang, dan Jogjakarta. Juga dapat dijumpai di daerah Pujon, Batu, Malang, dan sekitarnya. Warna bulu kipas ekor hitam, kuku berwarna hitam, dan bentuk tubuhnya masih memperlihatkan bentuk sapi lokal, kadang-kadang masih terlihat adanya gumba yang meninggi.

Lokasi yang ideal untuk membangun kandang adalah daerah yang letaknya cukup jauh dari pemukiman penduduk tetapi mudah dicapai oleh kendaraan. Kandang harus terpisah dari rumah tinggal dengan jarak minimal 10 meter dan sinar matahari harus dapat menembus pelataran kandang serta dekat dengan lahan pertanian. Pembuatannya dapat dilakukan secara berkelompok di tengah sawah atau ladang.

Kandang dapat dibuat dalam bentuk ganda atau tunggal, tergantung dari jumlah

sapi yang dimiliki. Pada kandang tipe tunggal, penempatan sapi dilakukan pada satu baris atau satu jajaran, sementara kandang yang bertipe ganda penempatannya dilakukan pada dua jajaran yang saling berhadapan atau saling bertolak belakang. Diantara kedua jajaran tersebut biasanya dibuat jalur untuk jalan.

Pembuatan kandang untuk tujuan penggemukan (kereman) biasanya berbentuk

tunggal apabila kapasitas ternak yang dipelihara hanya sedikit. Namun, apabila kegiatan penggemukan sapi ditujukan untuk komersial, ukuran kandang harus lebih luas dan lebih besar sehingga dapat menampung jumlah sapi yang lebih banyak.

OS-POS TERBARU