Pembahasan Tentang Hadist Hasan dan Dhaif

Pembahasan Tentang Hadist Hasan dan Dhaif

Pembahasan Tentang Hadist Hasan dan Dhaif

Pembahasan Tentang Hadist Hasan dan Dhaif
Pembahasan Tentang Hadist Hasan dan Dhaif

HADIST HASAN

PENGERTIAN HADIS HASAN

Dari segi bahasa Hasan berasal dari kata al-husnu الحسن ) ) bermakna al-jamal
( الجمال) yang berarti keindahan. Menurut istilah yang lebih rajih (kuat) sebagaimana yang dikemukakan oleh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani dalam kitab An-Nukhbah yaitu:
“Khabar ahad yang diriwayatkan oleh orang yang ‘adil ,sempurna kedhabitannya,bersambung sanadnya,tidak ber’illat,dan tidak ada syadz dinamakan Shahih Lidzatih. Jika kurang sedikit kedhabitannya dinamakan Hasan Lidzatih”.

Ulama yang pertama kali yang mempopulerkan istilah hadis Hasan ialah IMAM TURMUDZI.

MACAM-MACAM HADIS HASAN

Hadis Hasan memiliki 2 macam yang sama dengan Hadis Shahih
a.Hasan Lidzatih
Hadis Hasan dengan sendirinya,karena telah memenuhi persyaratn yang telah ditentukan

b.Hasan Lighayrih
Hadis yang pada mulanya Dha’if karena ada hal yang lain yang bisa mengangkat derajat hadis Dha’if menjadi Hasan Ligahyrih.

KEHUJJAHAN HADIS HASAN

Hadis hasan dapat dijadikan hujjah (dalil),walaupun kualitasnya dibawah hadis shahih. Karena itu,sebagian ulama memasukkan hadis hasan sebagai bagian dari kelompok hadis shahih,misalnya Al-Hakim,An-Naisaburi,Ibn Hibban,dan Ibn Khuzaimah. Dengan catatan bahwa hadis hasan berada dibawah hadis shahih,sehingga,kalau terjadi pertentangan maka yang dimenangkan adalah hadis shahih

KITAB-KITAB HADIS HASAN

a) Jami’ At-Tirmidzi
b) Sunan Abi Dawud
c) Sunan Ad-Daruquthni

HADIS DHA’IF

PENGERTIAN HADIS DHA’IF

Hadis Dha’if berasal dari bahasa arab ( ضعيف) yang berarti lemah. Kelemahan hadis dha’if ini karena sanad dan matannya tidak memenuhi kriteria hadis kuat yang diterima sebagai hadi hujjah. Para ulama memberikan pendapat yang berbeda ,meskipun maksud dan kandungannya sama, An-Nawawi dan Al-Qasimi mendefinisikan hadis dha’if ini dengan:

“مالم يوجد فيه شروط الصّحّة ولا شروط الحسن”

“Hadis yang didalamnya tidak terdapat syarat-syarat hadis shahih dan syarat-syarat hadis hasan”

Muhammad ‘Ajjaj Al-Khatib . Ushul Al-Hadist. hlm 333 dan Jalaluddin ‘Abd Rahman As- Syuyuthi. Tadrib hlm 91

KRITERIA-KRITERIA HADIS DHA’IF

Dari definisi tersebut dapatlah diambil kesimpulan bahwa hadis dha;if tidak memenuhi salah satu persyaratan hadis shahih dan hadis hasan.

MACAM-MACAM HADIS DHA’IF

1.Hadis Dha’if Karena Sanadnya Terputus
a) Hadis Mu’allaq
b) Hadis Munqathi’
c) Hadit Mu’an’an dan Muannan
d) Hadis Mu’dhal
e) Hadis Mudallas
f) Hadis Mursal
g) Hadis Mauquf
2.Hadis Dha’if Karena Periwayatnya Tidak ‘Adil
a) Hadis Mawdhu’
b) Hadis Matruk
c) Hadis Munkar / Majhul.
3.Hadis Dha’if Karena Periwayatnya Tidak Dhabith
a) Hadis Mudallas
b) Hadis Mudraj
c) Hadis Maqlub
d) Hadis Mazid
e) Hadis Mudhtharib
f) Hadis Mushahhaf
g) Hadis Majhul (Munkar)
h) Syadz
4.Hadis Dha’if Karena Mengandung Syadz
5.Hadis Dha’if Karena Mengandung’Illat (Cacat)

KEHUJJAHAN HADIS DHA’IF

Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani. Hadis dha’if bisa dijadikan hujjah apabila memenuhi 3 persyaratan:

Tidak terlalu dha’if
Termasuk dalam fadha’ilul a’mal
Tidak diyakinkan secara qath’i (pasti) akan kebenaran akan hadis Nabi,tetapi karena berhati-hati semata atau ikhtiyat

KITAB-KITAB HADIS DHA’IF

Diantara kitab-kitab yang tersusun secara khusus tentang hadis dha’if ialah
a) Al-Marasil karya Abu Dawud
b)Al-‘Ilal karya Ad-Daruqutni

Kitab-kitab yang banyak mengemukakan para perawi dha’if ialah:
1) Adh-Dhuafa karya Ibn Hibban
2) Mizan Al-I’tidal karya Adz-Dzahabi

Baca Juga: