Olah Raga Sehat Ala Rasulullah SAW

Olah Raga Sehat Ala Rasulullah SAW

Olah Raga Sehat Ala Rasulullah SAW

Olah Raga Sehat Ala Rasulullah SAW
Olah Raga Sehat Ala Rasulullah SAW

Berikut beberapa olahraga ala Rasulullah Saw. yang bisa kita praktikkan:

Rasulullah Saw Selalu Olahraga Pagi

Olahraga pagi merupakan usaha untuk menggerakkan tubuh dalam ukuran tertentu untuk memberikan rangsangan pada otot dan organ tubuh, setelah selama tubuh kita pakai untuk istirahat. Tubuh butuh pemanasan agar tidak langsung melakukan aktivitas yang berat-berat. Demikian salah satu alasan kita harus berolahraga pagi. Rasulullah Sa. Juga melakukan hal demikian. Hampir sepanjang hayat beliau rutin melakukan shalat berjamaah Subuh dengan berjalan kaki ke masjid.

Kita tentunya tidak membayangkan bahwa Rasulullah Saw melakukan olah raga pagi dengan cara seperti yang biasa kita lihat saat ini. Ini menunjukkan bahwa persepsi kita terhadap olah raga masih standar. Oleh karena itu, kita butuh persepsi yang benar terhadap olah raga. Setiap gerak tubuh yang bisa menstimulasi tubuh untuk mendapatkan rangsangan dan gerakan tertentu yang bisa meningkatkan suhu tubuh sekaligus menggerakkan otot, dapat kita dikategorikan sebagai olahraga, baik dilakukan dengan alat olahraga maupun tidak.

Dengan demikian, semua yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. menjelang shalat Subuh dengan berjalan kaki ke masjid , yang dilakukan pada waktu pagi merupakan aktivitas olah raga yang bisa “membakar” tubuh untuk mendapatkan kesegaran tertentu. Satu hal yang perlu kita tahu bahwa pada pagi hari, udara demikian segar, bersih tanpa polusi, serta masih bersih dan sangat baik untuk kesegaran semua organ tubuh kita.

Dalam dunia kesehatan saat ini, olahraga yang dilakukan pada pagi hari, jauh lebih baik daripada waktu lainnya, misalnya kita mendapatkan fakta bahwa olahraga pagi hari dapat membakar kalori lebih banyak dibanding waktu lainnya. Maka, dengan berolahraga pagi, kita merasa lebih segar dan bersemangat dalam memulai aktivitas.

Olah Raga Jalan Kaki Ala Rasulullah SAW

Sebuah bukti medis kuat yang menegaskan bahwa berjalan 10 ribu langkah setiap hari dapat memunculkan berbagai keuntungan kesehatan secara signifikan. Apabila hal itu dapat dilakukan setiap hari, maka bukan hanya membuat kita merasa lebih baik dan berenergi dalam mengerjakan sesuatu, namun juga mampu mengurangi risiko munculnya penyakit-penyakit berbahaya, seperti serangan jantung, kanker, diabetes, dan depresi.

Maka, dalam keseharian apabila perjalanan jarak pendek, Rasulullah Saw. selalu berjalan kaki, yaitu dari rumah ke masjid, dari masjid ke pasar, dan dari pasar ke rumah-rumah sahabat. Bahkan, beliau berjalan kaki ketika mengunjungi makam para syuhada di Baqi’, sekitar tiga kilometer dari pusat kota Madinah, baik pada waktu terik matahari maupun malam hari. Beliau bukan pribadi yang suka hidup manja. Ketika berjalan kaki, keringat mengalir di sekujur badan, pori-pori kulit terbuka, dan peredaran darah berjalan normal, sehingga terhindar dari penyakit jantung.

Rasulullah Saw. dikenal memiliki kebiasaan berjalan kaki, sebagaimana ditunjukkan sebuah hadits dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, “Aku belum pernah melihat orang yang lebih baik dan lebih tampan daripada Rasulullah Saw. Roman mukanya cemerlang, seperti matahari, juga tidak pernah melihat orang yang secepat beliau. Seolah-olah bumi ini digulung oleh langkah-langkah beliau ketika sedang berjalan. Walaupun kami berusaha untuk mengimbangi jalan beliau. Padahal, beliau tampaknya seperti berjalan santai saja.” (HR. Muslim).

Rasulullah SAW Selalu Meluangkan Waktu untuk Olah Raga

Kita sepakat bahwa olahraga tidak harus dilakukan di sebuah lapangan dengan kostum dan peralatan yang lainnya, karena lebih banyak mendatangkan mudharat daripada manfaatnya, meskipun hal yang demikian boleh saja kita lakukan asal dengan cara yang baik. Itulah sebabnya, Rasulullah Saw. selalu meluangkan waktu untuk olahraga, karena beliau adalah pribadi yang aktif dengan berbagai macam aktivitas sehari sebagai pemimpin umat, keluarga, imam di masjid, dan lain sebagainya, semuanya dilakukan oleh beliau tanpa lelah.

Sekarang bayangkan, betapa sibuknya beliau melakukan semua aktivitas ini, betapa tubuh, otot, serta organ beliau begitu terkondisikan dengan kuat. Bukankah inilah sesungguhnya yang kita maknai sebagai olahraga, yakni berusaha sekuat tenaga untuk mengolah tenaga yang kita miliki agar bisa lebih bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, dan umat manusia pada umumnya.

Kesimpulan

Jadi, meskipun Rasulullah Saw. tidak secara khusus meluangkan waktu untuk olahraga, tetapi saat tubuh beliau sudah aktif dan nelakukan berbagai macam kegiatan, sesungguhnya beliau telah berolahraga, yakni olahraga yang sangat berkualitas yang bukan anya mendatangkan kesehatan, melainkan juga bernilai ibadah kepada Allah Swt.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/niat-sholat-fardhu/