Model Inkremental (Policy As Variations On The Past)

 Model Inkremental (Policy As Variations On The Past)

Charles Lindblom: Public Policy as a continuation of past government activities with only incremental modifications (merupakan kritik pada model rasional). Para pembuat kebijakan pada dasarnya tidak mau melakukan peninjauan secara konsisten terhadap seluruh kebijakan yang dibuatnya dan lebih suka berbuat secara inkremental karena:

  1. Tidak punya waktu, intelektualitas, maupun biaya untuk penelitian terhadap nilai-nilai sosial masyarakat yang merupakan landasan bagi perumusan tujuan kebijakan.
  2. Adanya kekhawatiran tentang bakal munculnya dampak yang tidak diinginkan sebagai akibat dari kebijakan yang belum pernah dibuat sebelumnya.
  3. Adanya hasil-hasil program dari kebijakan sebelumnya yang harus dipertahankan demi kepentingan tertentu.
  4. Menghindari konflik jika harus melakukan proses negosiasi yang melelahkan bagi kebijakan baru
  1. Model Pilihan Publik

Perdebatan berikutnya adalah “kapan opini publik seharusnya menjadi faktor penentu terpenting yang sangat berpengaruh pd kebijakan publik?”. Seharusnya ada keterkaitan antara opini publik dengan kebijakan publik (Opinion-Policy Linkage).

 

  1. Model Sistem

Pendekatan sistem diperkenalkan oleh David Easton yang melakukan analogi dengan sistem biologi. Pada dasarnya sistem biologi merupakan proses interaksi antara organisme dengan lingkungannya, yang akhirnya menciptakan kelangsungan da nperubahan hidup yang relatif stabil. Ini kemudian dianalogikan dengan kehidupan sistem politik. Pada dasarnya terdapat tiga komponen utama dalam pendekatan sistem, yaitu input, proses, output. Nilai utama model sistem terhadap analisis kebijakan, adalah:

sumber :

https://nashatakram.net/layanan-otomotif-seva-id/