Minimalisir Permintaan Dolar di Dalam Negeri

Minimalisir Permintaan Dolar di Dalam Negeri

Minimalisir Permintaan Dolar di Dalam Negeri

Minimalisir Permintaan Dolar di Dalam Negeri
Minimalisir Permintaan Dolar di Dalam Negeri

BANDUNG-Pengamat Ekonomi Pembangunan Universitas Pasundan

Acuviarta Kartabi mengatakan, perlu sistem minimalisasi transaksi dollar AS untuk kebutuhan dalam negeri.

“Sebenarnya sudah ada ketentuan di dalam undang-undang terkait adanya tindakan hukum jika kemudian ada pelanggaran terhadap larangan menggunakan transaksi menggunakan non rupiah di setiap transaksi tertentu.Namun usaha merealisasikan aturan itu belum maksimal”, katanya.

Ia mengatakan memang harus hati-hati dalam menerapkannya

. Kita harus menjaga rupiah, namun disisi lain kita juga tidak bisa melakukan tindakan yang terlalu represif juga akan berbahaya.

Pasalnya, sambung dia, ada beberapa transaksi yang tidak bisa dipaksakan dengan menggunakan rupiah. Namun begitu, tidak menutup kemungkinan ke depannya dengan mengendalikan pola impor yang diiringi peningkatan produksi domestik akan semakin menguatkan rupiah.

Dia menyarankan agar pengembangan usaha di Jabar

lebih mengedepankan industri-industri substitusi impor untuk komoditas-komoditas yang memang begitu diperlukan.

“Sepanjang kita tidak bisa memenuhi kebutuhan komoditas yang masih harus dipasok impor, kebutuhan dollar itu masih akan sangat tinggi,”’ ujar dia.

Selain itu, lanjutnya, pengembangan ekspor untuk menambah devisa harus dilakukan segera dengan juga mengendalikan permintaannya. Di sisi lain, transaksi- transaksi yang tak terlalu penting atau transaksi yang tidak jelas peruntukannya, dilarang menggunakan dolar. Apalagi karena adanya spekulasi. Jo

 

Sumber :

https://www.diigo.com/annotated/eedcbd8597483c0f4186d7ae2a83aaf6