Memperkuat Demokrasi

Memperkuat Demokrasi

Celakanya, upaya untuk mereformasi dan merestorasi demokrasi agar semakin bermakna dan berkedaulatan rakyat, tampaknya justru tidak menjadi core issue dari ketiga kubu pasangan calon Presiden/Wakil Presiden ketika membicarakan Ekonomi Rakyat. Mereka tidak memberi perhatian serius pada upaya reformasi sistem kepartaian, memperbaiki mekanisme perencanaan pembangunan, me-review desentralisasi politik, mereformasi birokrasi, dan memperkuat masyarakat sipil. Padahal kalau dicermati, semua kendala dan problematika yang tengah kita hadapi sebagai bangsa, mulai dari mandegnya Ekonomi Rakyat, kemiskinan, korupsi, pelanggaran HAM, sampai dengan masih berlangsungnya praktik marginalisasi hak-hak minoritas, mengakar pada demokrasi yang sedang sengkarut.
Debat seputar Ekonomi Rakyat seharusnya menukik membongkar problem demokratisasi Indonesia. Para capres/cawapres dan masing-masing tim sukses dan pendukungnya seharusnya berdebat bagaimana mengatasi dan membenahi sengkarut demokrasi, bukan ’berbuih’ berdebat sejuta permasalahan teknis Ekonomi Rakyat. Benar, debat dan perbicangan terntang problem demokrasi bisa jadi dinilai terlampau umum dan absurd, serta tidak membumi. Namun jangan salah, seperti sudah disinggung sebelumnya, walau ’melangit’ isu demokrasi adalah prinsip terpenting bagi upaya membangun Ekonomi Rakyat. Kalau demikian, pertanyaannya adalah apa penyebab ketiga pasangan calon Presiden tidak menyinggung isu penguatan demokrasi dalam pembicaraan Ekonomi Rakyat? Ada 3 kemungkinan jawabnya. Pertama, ketiganya mungkin hanya memahami konsep Ekonomi Rakyat secara parsial, tidak holistik. Kedua, ketiganya mungkin adalah pemimpin yang bertipe jalan pintas. Ingin men-drive Ekonomi Rakyat secara tergesa-gesa. Ketiga, jangan-jangan ketiganya sesungguhnya adalah penganut ekonomi pasar (neoliberalisme). Sebab penganut neoliberalisme mindset-nya memang gemar membicarakan hal-hal yang bersifat teknikal dan membangun demokrasi prosedural namun ogah membicarakan hal-hal prinsipil dan membangun demokrasi substansial.