Meja Ampas Kopi? Upcycling Inovasi dari Mahasiswa UK Petra

Meja Ampas Kopi Upcycling Inovasi dari Mahasiswa UK Petra

Meja Ampas Kopi? Upcycling Inovasi dari Mahasiswa UK Petra

Meja Ampas Kopi Upcycling Inovasi dari Mahasiswa UK Petra
Meja Ampas Kopi Upcycling Inovasi dari Mahasiswa UK Petra

Universitas Kristen Petra Surabaya akan melepas sebanyak 1.282 mahasiswa dalam prosesi wisuda ke-76 yang akan digelar selama dua hari berturut-turut mulai hari Jumat-Sabtu tanggal 30-31 Agustus 2019.

Perhelatan wisuda ke-76 ini dipimpin langsung oleh Prof Dr Ir Djwantoro Hardjito, M Eng selaku rektor UK Petra di Auditorium UK Petra kampus Timur, jalan Siwalankerto 142-144 Surabaya. Pelaksanaan wisuda ke-76 dibagi menjadi dua shift oleh mahasiswa program strata satu (S1), program pasca sarjana (S2) dan program pendidikan profesi.

Prosesi ini menghasilkan tujuh wisudawan cumlaude program S-2 dan 308 wisudawan cumlaude S-1. Salah satu wisudawan berprestasi tersebut adalah Johanna Limantara (Program Studi Desain Interior). Ia meraih IPK 3,40 dengan membuat karya inovasi Upcycling Ampas Kopi Jadi Meja dan Dinding Partisi.

Berawal dari fenomena kegemaran terhadap kopi meningkat sehingga semakin bermunculannya

kafe-kafe menyebabkan ampas kopi juga akan semakin banyak inilah yang akhirnya membuat gadis pemilik IPK 3,40 ini membuat karya inovasi yang belum pernah ada sebelumnya. Ia membuat ampas kopi sebagai meja kopi.

Sebagai mahasiswa Interior ia harus rancangan yang bisa memberikan nilai tambah dalam sebuah ruang. Alhasil, ia kemudian mengembangkan menjadi bahan mebeler meja dan dinding partisi untuk menambah aksen keindahan dalam ruangan.

”Apalagi, kafe-kafe yang berbisnis kopi olah cukup banyak. Dan rumah saya pun dekat tempat cafe.

Jadi lebih mudah untuk saya mendapatkan bahan-bahannya kemudian mengolahnya,” ungkap mahasiswi yang akrab di sapa Jo ini.

Remaja kelahiran Surabaya, 16 Juli 1997 ini mengaku butuh waktu selama satu bulan untuk membuat satu buah meja. Untuk pengolahan ampas kopi agar menjadi material mabeler yang paling penting diperhatikan adalah tahap pengeringan. Sebab, ampas kopi yang mudah menyerap kelembapan harus benar-benar kering. Sehingga waktu pengeringan mencapai 4 hari lamanya.

”Belum lagi kalau cuaca mendung atau berawan ini bisa sampai seminggu. Karena memang proses

(pembuatan) nya masih konvesianal semua,” ujar remaja yang pernah meraih Juara 1 kategori penelitian Interior Super Jury Index dalam Interior Desain Excibition.

Diakui Jo, sebelum mendapatkan formula pembuatan meja yang sesuai. Ia beberapa kali mencoba bereksperimen untuk mencampurkan ampas kopi dengan berbagai bahan lain. Seperti semen, resin buatan, serabut kelapa, gliserol hingga susu kadaluarsa. ”Tapi ternyata itu nggak berhasil. Dan akhirnya milih serbuk kayu dan lem untuk dijadikan campuran. Puji Tuhan berhasil,” terang mahasiswi yang akan di wisuda, Sabtu (31/8/2019) ini.

 

Sumber :

https://www.theamericanreporter.com/a-record-number-of-students-have-applied-in-uk-to-study-medicine/