Macam – macam bahagian air dalam ilmu fikih

Macam – macam bahagian air dalam ilmu fikih

Macam – macam bahagian air dalam ilmu fikih

Macam – macam bahagian air dalam ilmu fikih
Macam – macam bahagian air dalam ilmu fikih

Dilihat dari sah dan tidaknya apabila dipakai untuk bersuci air dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu sebagai berikut :

Macam – macam bahagian air dalam ilmu fikih (Thaharah)

Air Mutlak

Air mutlak yaitu air yang suci dan menyucikan dan tidak makruh menggunakannya. Air seperti inilah yang sah apabila digunakan untuk bersuci. Yang termasuk air mutlak, diantaranya adalah sebagai berikut :
Air memancar dari batu
Air laut
Air sumur
Air sungai
Air es
Air mata air
Air salju
Air embun

Air Musyammas

Air musyammas adalah air yang hukumnya makruh apabila digunakan untuk bersuci, artinya air ini sebaiknya tidak dipergunakan untuk bersuci. Yang termasuk air musyammas yaitu :

Air yang panas karena dalam waktu yang lama terjemur oleh terik matahari dalam bejana selain terbuat dari emas dan perak.

Artikel terkait lainnya : Pengertian sejarah kebudayaan islam

Air yang panas ditempat – tempat yang tidak mungkin berkarat seperti air di kolam, di sawah atau air bak yang terbuat dari tembik tetap sah dan tidak makruh.

Air Thahir Ghairu Muthahir

Air Thahir Ghairu Muthahir adalah air yang suci tetapi tidak sah apabila digunakan untuk bersuci. Yang temasuk jenis air ini adalah sebagai berikut :

Air suci yang telah bercamur dengan benda suci lainnya, sehingga berubah sifatnya baik rasa, warna, dan baunya, seperti :
air kopi
air sirop
air sabun
air teh, dll

Air suci yang dari buah-buahan dan sejenisnya, seperti :
air kelapa
air jeruk
air tebu
air sayur, dll

Air mustamal – air mustamal adalah air yang sejumlahnya sedikit yang sudah dipakai untuk bersuci walupun tidak berubah sifatnya. Air ini tidak sah digunakan untuk bersuci atau berwhudu.

Air mutanajis

Air mutanajis adalah air yang telah terkena najis, air ini tentu tidak halal diminum dan tidak sah apabila digunakan bersuci.

Contoh :
Air yang suah berubah rasa, warna dan baunya karena terkena najis.
Air yang telah berubaha rasa, warna dan baunya yang terkena najis, dan dalam jumlah yang sedikit (kurang dari dua kallah)

Rasulullah.Saw bersabda :
Air yang tidak dinajisi sesuatu, kecuali air itu telah berubah zat, warna, atau baunya (HR. Ibnu Majah dan baihaqi)

Macam – macam alat thaharah

Alat atau benda yang dapat digunakan untuk bersuci dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut :

#benca cair
Benda cair yang dibolehkan dipakai untuk bersuci adalah air. Namun air dipakai untuk bersuci yang telah diuraikan diatas. Air yang sah dipergunakan untuk bersuci yaitu air mutlak yaitu air yang masih asli yang belum tercampur oleh suatu apapun dari najis. Seperti air sumur, air sungai, air laut, air hujah, dan lain-lain yang sejenisnya.

#b. benda padat
Benda padat atau benda selain air yang dapat digunakan untuk bersuci antara lain, batu, kayu, kertas tisu kering, atua benda-benda kesat lainnya.

Rasulullah.Saw bersabda :
“Tanah itu cukup bagimu untuk bersuci walaupun engkau tidak menemukan air sampai sepuluh tahun lamanya, tetapi apabila engkau telah menemukan air , maka gunakanlah air itu untuk memabasuhi kulitnya” (HR. Tirmidzi dan abu dawud)

Nah, sekarang kamu sudah tahu bukan mengenai Macam – macam bahagian air dalam ilmu fikih (Thaharah). Semoga artikel yang singkat ini dapat menambah pengetahuan anda mengenai masalah air dalam bersuci. Sampai jumpa lagi pada artikel islami.

Sumber: https://www.catatanmoeslimah.com/2016/05/30-doa-doa-harian-terlengkap-beserta-artinya.html