Low Cost Airlines

Low Cost Airlines

Low Cost Airlines

Low Cost Airlines
Low Cost Airlines

Istilah Penerbangan low cost juga sering disebut dengan low cost carrier (LCC). LCC merupakan model penerbangan yang unik dengan strategi penurunan operating cost. Dengan melakukan efisiensi biaya di semua lini, maskapai melakukan hal-hal yang tidak biasa dengan maskapai lain pada umumnya. Jika maskapai lain pada umumnya melakukan penambahan layanan yang memiliki value added dengan penambahan catering, penyediaan newspaper atau magazine, in fligt entertainment, in flight shop, lounge, free taxy after landing, exclusivefrequent flier service, dan lain sebagainya. Berlawanan dengan hal tersebut, low cost carrier melakukan eliminasi layanan maskapai tradisional yaitu dengan pengurangan catering, minimize reservasi dengan bantuan teknologi IT sehingga layanan nampak sederhana dan bisa cepat. Pelayanan yang minimize ini berakhibat dalam hal penurununan cost, namun faktor keselamatan tetap dijaga untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan penumpang sampai ke tujuan. LCC adalah redifinisi bisnis penerbangan yang menyediakan harga tiket yang terjangkau serta layanan terbang yang minimalis. Intinya, produk yang ditawarkan senantiasa berprinsip low cost untuk menekan dan mereduksi operasional cost sehingga bisa menjaring segmen pasar bawah yang lebih luas.

AirAsia selalu berusaha sebagai maskapai penerbangan berbiaya hemat dari maskapai lainnya dengan kategori low cost airlines. Strategi pricing yang rutin dilakukan AirAsia adalah melalui promo tiket setiap minggunya. Semua promo yang diberikan oleh AirAsia tersedia di AirAsia.com maupun aplikasi android. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga agar harga tiket yang diberikan tidak menjadi lebih mahal dari seharusnya yang harus dibayarkan oleh penumpang. Dalam penerapan strategi pricing oleh AirAsia, terdapat dua pilihan harga dengan diferensiasi tertentu yang bisa didapatkan oleh penumpang yaitu dengan tarif rendah dan premium flex dimana harga tersebut memiliki perbedaan satu sama lainnya. Menurut penjelasan dari Erlangga Maharesha, dalam penetapan harga pada masa-masa tertentu juga dilakukan oleh AirAsia. AirAsia menaikkan harga tiket seperti saat momen lebaran atau libur sekolah. Alasan diberlakukannya dalam penetapan harga tersebut adalah salah satu langkah untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.

Penerbang berbiaya rendah atau Low Cost Carrier (LCC) sedang menjadi trend, dimana banyak maskapai-maskapai penerbangan masuk kedalam kategori LCC. Penerbangan tarif rendah merupakan memang lebih banyak peminatnya terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Namun, pemerintah khususnya Kementrian Perhubungan memiliki pandangan lain mengenai penerbangan biaya rendah yaitu dalam perturan tidak mengenal LCC atau tarif rendah. Kini biaya tiket tidak diizin dibawah 40% dari batas tarif atas. Dengan ada nya pembatasan tarif ini minimum tersebut maskapai penerbangan dapat memiliki biaya lebih untuk meningkatkan atau menjaga pelayanan kelayakan, dan keamanan penumpang maupun pesawat. Regulasi ini tentu membuat keberatan dari berbagai pihak, pasalnya di negara lain pemerintah tidak mengatur atau membatasi penerbangan biaya murah. Restriksi lain dari pemerintah adalah dari Kemenhub yang mengungkapkan syarat ekuitas positif bagi perusahaan penerbangan. Saat ini, Air Asia termasuk dalam tiga maskapai berjadwal yang tercatat memiliki permodalan atau ekuitas yang negatif. Menurut pemerintah, ekuitas negatif ini tidak sehat bagi penerbangan Indonesia, karena dapat berpengaruh terhadap keselamatan penerbangan.