Latar Belakang Kehidupan Umar ibn Al-Khaththab

 Latar Belakang Kehidupan Umar ibn Al-Khaththab

 Latar Belakang Kehidupan Umar ibn Al-Khaththab

 Latar Belakang Kehidupan Umar ibn Al-Khaththab

Umar ibn Al-Khaththab dilahirkan di Mekah dari keturunan suku Quraisy yang terpandang dan terhormat. Ia lahir empat tahun sebelum terjadinya perang fijar atau sebagaimana yang ditulis oleh Muhammad Al-Khudari Bek, tiga belas tahun muda dari Muhammad SAW.

Sebelum masuk islam Umar termasuk diantara kaum Quraisy yang paling ditakuti oleh orang-orang yang sudah masuk islam. Dia adalh musuh dan penentang Nabi Muhammad SAW. Yang paling ganas dan kejam, bahkan sangat besar keinginanya untuk membunuh Nabi Muhammad dan pengikut-pengikutnya. Dia menyebar fitnah dan menuduh Nabi Muhammad SAW sebagai penyair tukang tenung.

Setelah Umar masuk agama islam, pada bulan Dzulhijjah enam tahun setelah kerasulan Nabi Muhammad SAW.kepribadiannya bertolak belakang dengan keadaan sebelumnya. Dia berubah menjadi salah seorang yang gigih dan setia membela agama islam. Bahkan,dia termasuk sahabat yang terkemuka dan paling dekat dengan Nabi Muhammad SAW.[7]

Abu Bakar sebelum meninggal pada tahun 634 M/13 H. Menunjuk Umar ibn Al-Khaththab sebagai penggantinya. Kendatipun hal ini merupakan perbuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tampaknya penunjukan ini bagi Abu Bakar merupakan hal yang wajar untuk dilakukan. Ada beberapa faktor yang mendorong Abu Bakar untuk menunjuk Umarmenjadi khalifah. Pertama, kekhawatiranperistiwa yang sangat menegangkan di Tsaqifah Bani Sa’idah yang nyaris menyeret umat islam ke jurang perpecahan akan terulang kembali, bila ia tidak menunjuk seorang untuk menjadi penggantinya. Kedua, kaum Anshar dan Muhajirin saling mengkalim sebagai golongan ya ng berhak menjadi khalifah. Ketiga, umat islam pada saat itu baru saja selesai menumpas kaum murtad dan pembangkang. Sementara itu di luar kota madinah melawan tentara persia di satu pihak dan tentara romawi di pihak lain.[8]

Berangkat dari kondisi politik yang demikian,tampaknya tidak menguntungkan apabila pemilihan khalifah diserahkan sepenuhnya kepada  umat secara langsung. Jika alternatif ini dipilih,besar kemungkinan akan timbul kontroveksi berkepanjangan di kalangan umat islam tentang siapa yang lebih proporsional menggantikan Abu Bakar.

Setelah Abu Bakar mendapat persetujuan kaum muslimin atas pilihannya, ia memanggil Utsman bin Affan untuk menuliskan teks pengangkatan Uma(bai’at Umar). Sebagaimana Abu Bakar, Umar bin Khaththab begitu dibai’at atau dilantik menjadi khalifah menyampaikan pidato penerimaan jabatannya di Majid Nabidi hadapan kaum muslimin.

 

https://okabawes.co.id/mastergear-apk/