KONSEP NILAI

KONSEP NILAI

KONSEP NILAI

KONSEP NILAI

 

Pengertian nilai dalam rekayasa nilai terutama menyangkut:

  • nilai-nilai biaya (cost value)
  • tukar (exchange value)
  • kebanggaan (esteem value) dan
  • niali guna (use value).

Webster mendefinisikan bahwa nilai adalah sesuatu yang umum dinyatakan sebagai perbandingan dengan yang lain.

Falsafah dasar rekayasa nilai adalah nilai maksimum diperoleh bila fungsi yang perlu (esensial) dicapai pada ongkos minimum. Atau bisa juga dikatakan bahwa nilai merupakan rasio antara performansi yang ditampilkan oleh suatu produk dan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan produk tersebut.

Performansi yang dimaksud mempunyai pengertian keuntungan atau manfaat yang diperoleh dari fungsi-fungsi suatu produk.

Sedangkan biaya adalah jumlah uang, waktu, tenaga, bahan dan lain-lain yang diperlukan untuk memperoleh suatu produk baik berupa barang atau jasa. Secara matematis dapat ditulis sebagai :

VALUE = PERFORMANSI : BIAYA

Persamaaan ini juga menggambarkan perbedaan mendasar antara rekayasa nilai dan penurunan ongkos (cost reduction) biasa, yaitu bahwa menaikkan nilai tidak harus menurunkan ongkos. Lembaga Politik Nilai dapat juga dinaikkan dengan peningkatan performansi. Jadi rekayasa nilai kemungkinan tidak mengusahakan penurunan ongkos, tetapi perbaikan dalam performansi yang menyebabkan kenaikan harga nilai.

Rekayasa nilai adalah suatu teknik perbaikan yang menggunakan suatu pendekatan yang sistematik dan terorganisir untuk mencari fungsi terbaik dengan menyeimbangkan antara biaya dan performansi fungsi dari suatu sistem atau produk.

 

 

Electronic Industries Association (EIA) Value Engineering Commitee memberikan definisi rekayasa nilai alternatif desain sebagai berikut:

  • Rekayasa nilai adalah penerapan secara sistematik teknik-teknik yang
  • Mengidentifikasi fungsi dari produk atau pelayanan (service)
  • Menetapkan nilai untuk fungsi tersebut
  • Berusaha keras memberi fungsi tersebut pada ongkos total terendah tanpa penurunan performansi

 

 

Definisi operasional rekayasa nilai yang disarankan oleh HELLER adalah:

“Rekayasa Nilai dilakukan secara sadar dan merupakan penerapan secara sistematik dari sekumpulan teknik yang mengidentifikasikan fungsi yang dibutuhkan, penetapan nilai untuk fungsi tersebut, dan mengembangkan alternati – alternatif yang dapat melakukan fungsi dengan ongkos minimum.

Studi nilai bertujuan untuk memaksimumkan nilai melalui rasio performansi terhadap biaya, yang bisa dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut :

Menurunkan performansi dan biaya, dimana penurunan performansi lebih kecil dari penurunan biaya.

  • Performansi tetap, biaya diturunkan.
  • Performansi dinaikkan, biaya diturunkan.
  • Performansi dinaikkan, biaya tetap.
  • Performansi dan biaya dinaikkan, dengan kenaikan performansi lebih besar daripada kenaikan biaya.

Dalam perancangan jaringan distribusi tenaga listrik poin 2 dan 3 diatas lebih mungkin diupayakan melalui penurunan biaya peralatan/perlengkapan, sedangkan performansi dijaga tetap atau ditingkatkan.

 

Penerapan rekayasa nilai diberbagai proyek sering kali rancangannya masih kurang optimal yang disebabkan oleh beberapa kendala, antara lain adalah :

  • Informasi yang tidak memadai
  • Keterbatasan waktu, dana dan keahlian
  • Aspek kebiasaan (habit) yang berkelanjutan
  • Orientasi rancangan yang mengabaikan kebutuhan
  • Lingkungan yang kurang kondusif bagi tumbuhnya kreatifitas kurangnya wawasan biaya (cost consciousness)

Dalam rekayasa nilai, yang diperhitungkan hanya nilai ekonomisnya saja yaitu meliputi :

  • Nilai guna

Menunjukkan tingkat kegunaan dan pelayanan atau fungsi yang dapat diberikan oleh sistem.

  • Nilai prestise

Sesuatu yang membuat produk tersebut diinginkan konsumen disamping nilai gunanya

  • Nilai Tukar (Exchange Vane)

Menunjuikkan ukuran pengeluaran keuangan yang dipakai konsumen untuk memiliki produk tersebut.

  • Nilai Biaya (Cost Value)

Merupakan jumlah uang yang digunakan produsen untuk membuat produk tersebut.