Kisah Pencurian Jasad Nabi Muhammad SAW

Kisah Pencurian Jasad Nabi Muhammad SAW

Kisah Pencurian Jasad Nabi Muhammad SAW

Kisah Pencurian Jasad Nabi Muhammad SAW
Kisah Pencurian Jasad Nabi Muhammad SAW

Sobat, Nabi Muhammad SAW merupakan tokoh besar dunia yang sangat berpengaruh dijagad raya ini. Semua pihak-pihak yang tidak senang dengan dirinya selalu saja membuat onar sejak Ia masih hidup bahkan hingga Ia meninggal. Peristiwa yang paling menyakitkan hati umat islam adalah upaya pencurian jasad Nabi Muhammad oleh  kaum kafir laknatullah. Untungnya niat tersebut dapat segera digagalkan melalui mimpi Sultan Nuruddin Mahmud Zinki

Peristiwa ini terjadi pada tahun M atau 557 H

Dikisahkan dalam kitab Fusul min Tarikhil Madinah, dan diabadikan oleh sejarawan Ali Hafidz. Kejadian tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi umat islam yang menunjukkan situasi yang semakin melemah dari waktu ke waktu. Kala itu Umat Islam mengalami perpecahan sehingga menyebabkan berdiri nya beberapa kerajaan Islam di beberapa daerah.

Tentu saja kondisi ini langsung dimanfaatkan oleh orang-orang nasrani untuk mencoreng nama islam. Mereka ternyata menyusun rencana untuk mencuri jasad Nabi. Setelah terjadi kesepakatan oleh para penguasa Eropa, mereka pun mengutus dua orang nasrani untuk menjalankan misi keji itu. Bertepatan dengan musim haji, Kedua orang nasrani ini menyamar sebagai jamaah haji dari Andalusia yang memakai pakaian khas Maroko. Mereka berdua ditugaskan melakukan pengintaian awal kemungkinan untuk mencari kesempatan mencuri jasad Nabi Muhammad SAW.

Untungnya penyelamatan Allah terjadi melalui tangan Sultan Nuruddin Mahmud Zinki. Ia merupakan penguasa Mesir dan Syiria terkenal sebagai raja yang saleh dan memperhatikan Islam. Berikut ini digambarkan bagaimana kisahnya.

Suatu malam

sang Sultan tidur di istananya di Damaskus, dan bermimpi bertemu Nabi Muhammad saw. Nabi terlihat sedang menudingkan tangannya ke arah dua orang berwajah Eropa, dan   berkata, “Wahai Mahmud, tolonglah aku dari dua orang ini!”.

Kemudian ia bangun dan tertegun kaget, lalu berwudhu dan shalat dua rakaat, dan tidur lagi. Ketika sudah tertidur ia melihat seperti yang ia lihat tadi, kemudian terbangun ambil air wudhu, shalat dan tidur lagi dan yang untuk ketiga kalinya, ia bermimpi seperti yang ia lihat pada yang pertama.

Tanpa menunggu pagi, saat itu juga ia panggil menterinya yang saleh dan taat beragama bernama, Jamaluddin al-Musilly. Setelah sultan cerita semua yang ia alami tadi, maka al-Musilly dengan hati-hati berkata: “Ini pasti terjadi sesuatu yang negatif di Madinah, sekarang juga kita harus ke sana dan harus kita rahasiakan dahulu peristiwa yang Sultan alami tadi”.

Tanpa menunggu pada malam itu juga Sultan segera mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan dari damaskus ke madinah yang memakan waktu 16 hari, dengan mengendarai kuda bersama 20 pengawal serta banyak sekali harta yang diangkut oleh puluhan kuda. Sesampainya di Madinah, sultan langsung menuju Masjid Nabawi untuk melakukan sholat di Raudhah dan berziarah ke makam Nabi SAW. Sultan bertafakur dan termenung dalam waktu yang cukup lama di depan makam Nabi SAW, bingung tidak tahu apa yang harus dikerjakan.

Berkatalah menteri kepada Sultan: “Dapatkah tuan sultan memastikan dua orang itu kalau sekarang tuan sultan melihatnya?”. “Ya, pasti”, jawab Sultan.

Maka menteri langsung berdiri dan mengumumkan agar semua penduduk Madinah datang ke Masjid, karena sultan akan membagikan hadiah dan sedekah, jangan sampai ada yang ketinggalan. Kemudian satu-persatu penduduk Madinah datang dan dicatat di depan Sultan. Sampai pada orang yang terakhir, Sultan tidak melihat orang yang terlihat dalam mimpi.

Lantas sultan bertanya: “Masih adakah yang lain?”.

Penduduk Madinah kemudian menjawab: “Memang masih ada, yaitu dua orang jamaah haji dari Maroko yang mukim disini, mereka saleh dan kaya, sering membagi sedekah dan selalu shalat berjamaah di Masjid Nabawi, mereka merasa sudah cukup tidak perlu ambil sedekah atau hadiah.

“Datangkan mereka kesini sekarang juga…..!”, perintah Sultan.

Terkejutlah Sultan ketika melihat dua orang itu persis dengan yang ia lihat dalam mimpi, lalu ia bertanya, “Dari mana asal kalian berdua?”… “Kami berdua dari Maroko, kami berdua beribadah haji dan ingin bermukim dekat makam Nabi satu tahun”, jawab mereka. “Apakah keterangan kalian dapat saya percayai…?”, desak Sultan agar mereka mengaku yang sebenarnya. Tetaplah mereka bersikeras pada keterangannya dan tidak mengakui apa yang mereka kerjakan sebenarnya.

Sultan pun kemudian mendatangi rumah kedua orang tersebut. Rumah mereka berada dekat dengan makam nabi. Di sana Sultan menemukan tumpukan harta, sejumlah buku dalam rak dan dua buah mushaf al-Qur’an. Ia kemudian berinisiatif berkeliling kamar dan membuka tikar yang menghampar di lantai kamar tersebut.

Seketika Sultan terkejut dan semua yang melihat jadi terkejut dan Sultan memerintahkan salah satu pengikutnya untuk masuk. Ternyata lubang tersebut menuju arah bawah Masjid Nabi dan sudah menembus tembok masjid, hampir sampai tembok makam Nabi. Seketika itu juga, sultan segera menghampiri kedua lelaki berambut pirang tersebut dan menghantamnya dengan sangat keras hingga keduanyapun jatuh tersungkur.

Setelah bukti ditemukan, mereka mengaku diutus oleh raja Nasrani di Eropa misinya untuk mencuri jasad Nabi SAW

Pengakuan mereka adalah:

  • Mereka adalah dua orang Kristen dari Spanyol, datang ke Madinah menyamar sebagai jamaah haji dari Maroko.
  • Maksud kedatangannya adalah melaksanakan tugas suci dari Liga Kristen Internasional untuk mengambil jasad Nabi Muhammad saw dan dibawa ke Eropa.
  • Dengan menggali terowongan dan membuang tanah galian ke Baqi’ setiap malam, mereka optimis berhasil mengambil jasad nabi saw.
  • Semua biaya ditanggung oleh liga tersebut.

Kedua orang tersebut pada pagi harinya mendapat hukuman pancung dan disaksikan semua penduduk Madinah. Akhirnya Sultan memerintahkan agar memperkuat bangunan makam dengan menggali sekelilingnya sedalam 15 meter kemudian dicor atau dibeton dengan timah. Usai pembangunan tersebut, Sultan Mahmud dan rombongan pulang ke negeri Syam untuk kembali memimpin kerajaannya.

Sobat sejak jaman dahulu umat non muslim terus saja mencoba mengusik Islam. Tentu tabiat mereka ini berjalan hingga kini melalui berbagai macam cara. Hanya iman dan ketaqwaan yang dapat menyelamatkan kita dari jahatnya niat-niat buruk kaum laknatullah.

Baca juga artikel: