Kikis Kesenjangan, Pak Menteri Fokus di Akses dan Kualitas Pendidikan

Kikis Kesenjangan, Pak Menteri Fokus di Akses dan Kualitas Pendidikan

Kikis Kesenjangan, Pak Menteri Fokus di Akses dan Kualitas Pendidikan

Kikis Kesenjangan, Pak Menteri Fokus di Akses dan Kualitas Pendidikan
Kikis Kesenjangan, Pak Menteri Fokus di Akses dan Kualitas Pendidikan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menjelaskan, peningkatan

akses masyarakat pada layanan pendidikan menjadi salah satu kunci mengurangi kesenjangan di masyarakat.

“Sesuai arahan Presiden, target di sektor pendidikan kita bukan sekadar pemerataan akses pendidikan, tapi juga pemerataan kualitas pendidikan,” ujar Muhadjir Effendy dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/8).

Salah satunya dengan Program Indonesia Pintar (PIP) yang sejak 2015

, telah membantu lebih dari 17,9 juta anak-anak usia sekolah yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin, di seluruh Indonesia.

Sebagai program prioritas pemerintah, Muhajdir juga memastikan percepatan distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan pencairan dana manfaat PIP dilakukan secara tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat administrasi.

Termasuk pemadanan Basis Data Terpadu (BDT) dengan Data Pokok

Pendidikan (Dapodik) akan dilakukan secara berkala setiap tahun untuk mengakomodir pembaruan data yang dinamis.

Menurut Muhadjir sejak Juli 2017, KIP yang dibagikan akan berbentuk kartu elektronik yang dapat digunakan di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sehingga memangkas proses pencairan dana manfaat PIP.

“Ini berkat kerja sama Kemendikbud dengan bank penyalur, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) sehingga telah sejalan dengan amanat Instruksi Presiden Nomor 63 tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan Sosial Nontunai,” pungkasnya.

 

Baca Juga :