KHALIFAH USTMAN BIN AFFAN

KHALIFAH USTMAN BIN AFFAN

  1. Kelahiran Utsman bin Affan

Khalifah ketiga adalah Utsman bin Affan. Nama lengkapnya ialah Utsman bin Affan bin Abil Ash bin Umayyah dari suku Quraisy. Lahir pada tahun 576 M., enam tahun setelah penyerangan Kabah oleh pasukan bergajah ataun enam tahun sebelum kelahiran Rasulullah SAW. Ibu nya bernama Urwy bin Kuraiz. Utsman bin Affan masuk islam pada usia 30 tahun.  Sesaat setelah masuk islam, ia sempat mendapatkan siksaan dari pamannya, Hakam bin Abil Ash. Ia memeluk islam karena ajakan Abu Bakar, dan menjadi salah seorang sahabat dekat Nabi SAW. Ia sangat kaya tetapi berlaku sedehana, dan sebagian besar kekayaannya digunakan untuk kepentingan Islam. Ia mendapat julukan zun nurain, artinya memiliki dua cahaya, karena menikahi dua putri Nabi SAW secara berurutan setelah yang satu meninggal, yakni Ruqayyah dan Ummu Kulsum. Dan Utsman pernah meriwayatkan hadis kurang lebih 150 hadis. Seperti halnya Umar, Utsman diangkat menjadi Khalifah melalui proses pemilihan.

Khalifah Utsman bin Affan ikut berhijrah bersama istrinya ke Abesinia dan termasuk muhajirin pertama ke Yatsirb. Ia termasuk orang yang saleh ritual dan sosial. Siang harinya ia gunakan untuk shaum dan malamnya untuk shalat. Ia sangat gemar membaca Al-Quran, sehingga Khalid Muh Khalid menulis bahwa untuk shalat dua rakaat saja, Utsman menghabiskan waktu semalam karena banyaknya ayat Al-Quran yang dibaca, dan pada saat Khalifah Utsman bin Affan wafat, Al-Quran berada di pangkuanya. Kesalehan sosialnya terbukti dan membeli telaga milik Yahudi seharga 12.000 dirham dan menghibahkannya kepada kaum muslimin pada saat hijrah ke Yatsrib. Mewakafkan tanah seharga 15.000 dinar untuk peluasan Masjid Nabawi. Menyerahkan 940 ekor kuda, 10.000 dinar untuk keperluan Jaisyul Usrah pada Perang Tabuk. Setiap hari Jumat, Utsman bin Affan membebaskan seorang budak laki-laki dan seorang budak perempuan.

Pada zaman Nabi Muhammad SAW., Utsman bin Affan mengikuti beberapa peperangan, di antara Perang Uhud, Khaibar pembebasan kota Mekah, Perang Thaif, Hawazin, dan Tabuk. Perang Badar, tidak ia ikuti karena disuruh oleh Rasulullah SAW. Menunggu istrinya yang sedang sakit sampai meninggal.