Kesenian Wayang yang Tak Lekang Zaman dan Harus Dilestarikan

Kesenian Wayang yang Tak Lekang Zaman dan Harus Dilestarikan

Kesenian Wayang yang Tak Lekang Zaman dan Harus Dilestarikan

Kesenian Wayang yang Tak Lekang Zaman dan Harus Dilestarikan
Kesenian Wayang yang Tak Lekang Zaman dan Harus Dilestarikan

Kalian harus jadi orang yang sukses,” seru Cepot kepada seluruh siswa yang memenuhi Aula Graha

Sanusi Hardjadinata dalam acara Wayang for Student 2018, Selasa, 23 Oktober 2018. Mereka menyimak betul nasihat Cepot yang belum selesai itu.

“Kalian harus rajin belajar untuk menggapai cita-cita. Karena selalu ingat pepatah, Dibalik orang-orang yang sukses, pasti ada mantan yang menyesal di belakanganya,” ujar Cepot diiringi gelak tawa siswa. Sejurus kemudian, Cepot yang didalangi oleh Apep A.S Hudaya ini berpamitan, dan disusul dengan dipentaskan kembali wayang orang yang berjudul “Rama Sinta Love Story” yang menceritakan kisah cinta Rama dan Sinta.

Bukan tanpa alasan mengapa Apep mengambil tema kisah cinta serta

melemparkan guyunan khas anak zaman sekarang untuk ditampilan di acara tersebut. Dia mengatakan, tema yang diambilkan menyesuaikan dengan kondisi peserta yang memang masih remaja. “Kesenian wayang sendiri itu memiliki sifat adaptif, dia berasa beradaptasi dengan berbagai segi umur. Kita sengaja ambil tema ini agar para pelajar lebih tertarik dan merasa dekat dengan keadaan mereka,” tutur Apep saat ditemui setelah acara.

Dalang yang berasal Cikampek tersebut menuturkan bahwa sebagai dalang, ia harus menyesuaikan tema pementasan sesuai dengan peserta. “Selain adaptif, ini juga bukti bahwa kesenian wayang tak melulu terlihat kolot, namun dinamis mengikuti zaman,” ucap dalang kelahiran 21 Agustus 1975 tersebut.

Apep menjelaskan, diadakannya acara ini bertujuan untuk mengedukasi

kepada siswa agar mereka mengenal kesenian daerah, khususnya Jawa Barat. Karena ia menilai pemahaman mereka masih kurang tentang kesenian perwayangan. “Mereka masih awam sekali. Jadi dalam pageleran ini, kita belum bicara tentang esensi maupun filosofi, namun kita ingin mengenalkan dan menanamkan rasa suka dulu,” kata Apep.

Acara bertajuk Wayang For Student 2018 tersebut diinisiasi oleh Giri Komara Production, paguyuban kesenian sunda yang diketuai oleh Dalang Apep A.S Hudaya yang bekerjasama dengan Bank BCA. Acara ini digelar dua hari, 23 dan 24 Oktober 2018 dan diikuti oleh berbagai sekolah yang ada di Kota Bandung. Hari pertama acara dihadiri oleh SMAN 1 Bandung, SMAN 14 Bandung dan SMPN 25 Bandung.

Dengan diadakannya kegiatan tersebut, Apep berharap generasi muda mampu mengenali dan mendalami kesenian wayang agar nantinya bisa tetap lestari. “Kita harus kenalkan kesenian ini kepada mereka. Dan disini juga dibutuhkan peran pemerintah serta lembaga pendidian untuk mewujudkannya,” ujar Apep.***

 

Sumber :

https://rushor.com/sejarah-kesenian-reog-ponorogo/