Kemenpora dan Universitas Pakuan Siapkan Entrepreneur Asal Bogor

Kemenpora dan Universitas Pakuan Siapkan Entrepreneur Asal Bogor

Kemenpora dan Universitas Pakuan Siapkan Entrepreneur Asal Bogor

Kemenpora dan Universitas Pakuan Siapkan Entrepreneur Asal Bogor
Kemenpora dan Universitas Pakuan Siapkan Entrepreneur Asal Bogor

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerja sama dengan Universitas

Pakuan mengadakan kuliah kewirausahaan pemuda di Bogor, Selasa (9/7). Kemenpora terus menjaga komitmen untuk mencetak entrepreneur muda.

Asisten Deputi (Asdep) Kewirausahaan Pemuda Kemenpora Imam Gunawan yang mewakili Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Ni’am Sholeh menuturkan, Bogor mempunyai potensi anak-anak muda yang mumpuni dalam bidang kewirausahaan.

“Kota Bogor juga ditunjang dengan bonus lokasi yang terkenal dengan tempat wisata, kuliner, tidak jauh juga dengan Jakarta. Jadi potensinya sangat besar,” tutur Imam.

Untuk itu, paparnya, sangat diperlukan pengetahuan dan pengembangan kepada para mahasiswa terkait kewirausahaan. Dalam hal ini, Kemenpora menitikberatkan kepada pembangunan karakter kewirausahaan.

Imam melanjutkan, hal ini juga sejalan dengan program Pemerintah Kota Bogor yang konsen terhadap kewirausahaan. Dalam diskusi beberapa waktu lalu bersama perwakilan pemkot, Imam menyatakan wali kota ingin mengembangkan Kota Bogor sebagai kota entrepreneur.

“Kota Bogor sangat istimewa buat kami. Selain perguruan tinggi mencetak SDM-nya,

pemerintah setempat mendukungnya,” kata Imam.

Dia berharap kerja sama dengan Universitas Pakuan menjadi salah satu dari sekian banyak perguruan tinggi yang mampu menjadi kolam atau mampu menjadi sebuah lingkungan untuk menumbuhkan para wirausahawan muda berprestasi pada masa mendatang.

Hadir dalam kesempatan tersebut pengusaha muda yang mencalonkan sebagai wakil presiden dalam Pilpres 2019 Sandiaga Salahudin Uno sebagai pembicara.

Rektor Univeristas Pakuan Bibin Rukbini mengucapkan terima kasih kepada Kemenpora.

Kata dia, banyak para wirausaha yang gagal disebabkan tidak adanya perhatian dari pemerintah.

“Peran pemerintah seperti memberikan pengayaan dan modal menjadi sangat penting. Artinya, pemerintah betul-betul hadir dan memberikan perhatian, khususnya bagi para wirausaha muda yang pertama kali mencoba,” kata Bibin.

Bibin juga menilai, para mahasiswa tidak hanya terpaku dengan program studi, tetapi juga bisa menghidupkan kemandirian dalam bidang wirausaha.

“Ke depan tantangan para wirausaha bukan hanya kecerdasan, tetapi juga memiliki ketahanan dalam wirausaha. Pendampingan seperti ini yang seharusnya terus digalakkan,” tambahnya.

 

Sumber :

Sejarah Arya Damar