Konsep Dasar Supervisi Klinis

Karakteristik Supervisi Klinis

Karakteristik Supervisi Klinis

Untuk memandu pelaksanaan supervisi pendidikan,  karakteristik yang akan dipaparkan dalam makalah ini yaitu pada supervisi pengajaran (klinis) karena ini sangat urgen terutama  bagi supervisor dan guru, agar arah yang ditempuh sejalan dengan perencanaan (planning)  yang telah ditentukan sebelumnya. Mukhtar dan Iskandar menjelaskan bahwa supervisi klinis merupakan bantuan bagi guru dalam memperbaiki dan meningkatkan keterampilan mengajarnya, dan dapat dilaksanakan untuk kepentingan calon guru dalam pendidikan pra jabatan maupun latihan dalam jabatan (2009:59) yang memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Supervisi klinis pada prinsipnya dilaksanakan bersama dengan pengajaran mikro dan terdiri dari tiga kegiatan pokok, yaitu pertemuan pendahuluan (pre-conference), observasi mengajar, dan pertemuan balikan (post-conference)
  2. Supervisi klinis merupakan suatu keperluan mutlak bagi guru maupun supervisor untuk memperoleh pengetahuan, kesadaran dan menilai tingkah laku dalam profesinya sendiri. Bagi guru berdasar kemampuannya sendiri untuk mengubah tingkah laku mengajarnya di kelas ke arah yang lebih baik dan terampil, sedangkan bagi supervisor untuk menambah pengetahuan, pengalaman serta kemampuannya dalam memberikan bimbingan.
  3. Pendekatan yang dilakukan dalam proses supervisi klinis adalah pendekatan profesional dan humanis
  4. Perbaikan dalam mengajar mengharuskan guru memperbaiki keterampilan intelektual dan bertingkah laku yang spesifik.
  5. Fungsi utama supervisor adalah untuk mengajarkan keterampilan pengajaran kepada guru
  6. Instrumen yang disusun atas dasar kesepakatan antara supervisor dengan guru
  7. Feedback yang diberikan harus secepat mungkin dan secara obyektif
  8. Dalam percakapan balik seharusnya datang dari guru terlebih dahulu.

La Sulo dalam Purwanto (2004:91) mengemukakan ciri-ciri supervisi klinis ditinjau dari segi pelaksanaannya sebagai berikut:

  1. Bimbingan supervisor kepada guru bersifat bantuan, bukan perintah atau instruksi
  2. Jenis keterampilan yang akan disupervisi diusulkan oleh guru, disepakati melalui pengkajian bersama antara guru dan supervisor
  3. Sasaran supervisi hanya pada beberapa keterampilan tertentu
  4. Balikan diberikan dengan segera dan secara objektif
  5. Dalam diskusi atau pertemuan balikan, guru diminta terlebih dahullu untuk mengevaluasi penampilannya
  6. Supervisor lebih banyak bertanya dan mendengarkan dari pada memerintah atau mengarahkan
  7. Supervisi berlangsung dalam suasana intim dan terbuka
  8. Supervisi berlangsung dalam siklus yang meliputi perencanaan, observasi dan diskusi atau pertemuan balikan
  9. Supervisi dapat dipergunakan untuk pembentukan atau peningkatan dan perbaikan keterampilan mengajar, di pihak lain dipakai dalam konteks pendidikan prajabatan maupun dalam jabatan
  1. Tujuan Supervisi Klinis

Tujuan supervisi adalah mengembangkan situasi belajar dan mengajar yang lebih baik. Usaha perbaikan mengajar dan mengajar ditujukan kepada pencapian tujuan akhir dari pendidikan yaitu pembentukan pribadi anak secara maksimal.

Situasi belajar mengajar di sekolah-sekolah yang ada sekarang ini menggambarkan suatu keadaan yang sangat kompleks. Kompleksnya keadaan  yang ada ini adalah akibat faktor-faktor obyektif yang saling mempengaruhi sehingga mengakibatkan penurunan hasil belajar. Oleh karena itu perlu adanya penyelesaian yang dilakukan untuk mengembalikan semangat dan situasi belajar mengajar yang lebih baik. (Maunah, 2009:26)

sumber

https://net-poland.com/dungeon-5-apk/