IT untuk Angkut Sampah Lebih Efisien

IT untuk Angkut Sampah Lebih Efisien

IT untuk Angkut Sampah Lebih Efisien

IT untuk Angkut Sampah Lebih Efisien
IT untuk Angkut Sampah Lebih Efisien

SETELAH perjalanan panjang sejak Agustus 2016, akhirnya para juara Blackinnovation 2016 diumumkan di Locanda Cafe, Jakarta, Sabtu (4/2). Blackinnovation menjadi ruang apresiasi untuk para inovator dalam mengembangkan ide kreatif menjadi produk inovasi yang lebih bernilai.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya mencakup kompetisi desain produk, kali ini ada kategori baru, yakni internet of thing (IoT).

Menurut Gege Dhirgantara selaku perwakilan Blackxperience.com yang menyelenggarakan Blackinnovation 2016, IoT merupakan hal yang sangat tidak bisa dielakkan dalam perkembangan zaman.

“Karena sesuai fenomena yang terjadi di bangsa dan pasar kita

, hal-hal terkait dengan digital harus kita lalui,” ujarnya.

Sayangnya, pendaftar kategori desain produk lebih banyak jika dibandingkan dengan kategori IoT.

Komparasinya mencapai 60%:40%.

Pun dari sisi kesiapan untuk ditawarkan dan diterima pasar, masih banyak yang harus dimatangkan lagi.

Tak mengherankan dari tiga pemenang inovator terbaik Blackinnovation 2016, hanya satu yang dari kategori IoT, yakni Lemuria Waste Collection.

Dikembangkan Ratu Aghnia Fadillah dan Rogers Dwiputra Setiady

, Lemuria merupakan platform IoT yang mengoptimalkan logistik pengangkutan sampah.

Ditemui seusai menerima penghargaan, Ratu menjelaskan mereka telah melakukan riset yang cukup panjang untuk mengetahui permasalahan pengangkutan sampah di perkotaan.

“Walaupun APBD untuk sampah di tiap kota itu besar

, pengangkutannya tidak pernah 100% terangkut,” ungkapnya.

 

sumber :

https://rajasatour.id/pengertian-budaya-politik/