Indonesia Kian Rentan terhadap Serangan Malware

Indonesia Kian Rentan terhadap Serangan Malware

Indonesia Kian Rentan terhadap Serangan Malware

Indonesia Kian Rentan terhadap Serangan Malware
Indonesia Kian Rentan terhadap Serangan Malware

SEBAGAI salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tengara, Indonesia yang memiliki kelas menengah yang tumbuh pesat, sangat rentan terhadap serangan malware. Rentannya serangan malware seiring dengan dengan pertumbuhan bisnis di berbagai sektor.

Karena itu, perusahaan, lembaga pemerintah, dan juga individu harus memiliki perangkat yang bisa menangkal malware yang memberikan risiko kerugian besar.

Terkait ancaman serangan malware, Evan Dumas, Direktur Regional Asia

Tenggara di Check Point Software Technologies, sebuah perusahaan penyedia solusi keamanan siber global, mengingatkan tentang ancaman serangan malware.

Dumas mengatakan bahwa Check Point Software Technologies telah berhasil melindungi 100.000 organisasi dari serangan malware pada media penyimpanan data, jaringan dan perangkat seluler.

Malware, kata Dumas, diciptakan dengan berbagai tujuan. Namun kebanyakan malware dibuat untuk tujuan kriminal, seperti menyerang institusi pemerintahan, perusahaan, dan bahkan individu. Ekonomi malware berkembang begitu pesat seiring dengan bisnis malware yang semakin menguntungkan.

“Apapun yang Anda gunakan dapat menjadi sasaran mereka

, baik saat melakukan perdagangan saham atau ketika memegang peranan penting dalam lembaga pemerintahan. Kita bicara soal data, khususnya data penting. Pengembang malware menjadi ancaman yang siap mencuri data Anda dan semua orang bisa menjadi targetnya,” ujar Dumas di Jakarta, Jumat (13/9).

Laporan teranyar dari Check Point berjudul ‘Cyber Attack Trend: 2019

Mid-Year Report’ mengungkapkan bahwa, terdapat lima jenis malware yang berpotensi untuk berkembang di Indonesia: ransomware (11%), perbankan (30%), seluler (34%), cryptominers (48%), dan botnet (42%).

 

sumber :

https://teknosentrik.com/