Himabio IPB Gelar Biology Career Day, Bantu Mahasiswa Temukan Passion

Himabio IPB Gelar Biology Career Day, Bantu Mahasiswa Temukan Passion

Himabio IPB Gelar Biology Career Day, Bantu Mahasiswa Temukan Passion

Himabio IPB Gelar Biology Career Day, Bantu Mahasiswa Temukan Passion
Himabio IPB Gelar Biology Career Day, Bantu Mahasiswa Temukan Passion

Himpunan Mahasiswa Biologi (Himabio), Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB) gelar Biology Career Day 2018 di Kampus IPB Dramaga, Bogor (13/10). Kegiatan ini baru pertama kali digelar dan menjadi ajang sharing pengalaman bagi alumni-alumni Departemen Biologi untuk adik kelasnya.

Atsarissajad, Ketua Pelaksana mengatakan bahwa kehidupan pasca kampus ada di tangan mahasiswa itu sendiri. Diharapkan dari acara ini, para mahasiswa Departemen Biologi mengetahui bidang pekerjaan yang berkaitan dengan bidang ilmu biologi.
Biology Career Day 2018 menghadirkan dua alumni Departemen Biologi, Haryo Terjo Prakoso, S.Si, M.Agr.Env (peneliti di Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia ) dan Ruri Prihatini Arimbi, S.Si (pendiri Organic Skincare Nectars dan Patani Organik).

Dalam kegiatan ini, Haryo sempat bercerita tentang kebingungannya setelah lulus kuliah. Sempat menganggur selama empat bulan, Yayo, sapaan akrabnya, pun bekerja di PT. Yasulor Indonesia sebagai quality control di bagian mikrobiologi.

Merasa bosan karena lingkungan kerja yang monoton, Yayo memutuskan untuk resign. S

aat itulah, Ia menemukan passion-nya di bidang mikrobiologi dan bergabung di Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia.

“Baiknya jika mau melangkah ke depan, tanya sama diri sendiri, passion kita apa. Passion itu penting,” ujarnya.

Hal yang sama pun dikatakan oleh Ruri Prihatini Arimbi, passionnya di bidang biologi dan pertanian, menbuatnya tidak mau kerja di luar bidang itu. Ruri bergabung sebagai volunteer di Serikat Petani Indonesia (SPI) dan merasakan langsung hidup sebagai seorang petani. Melalui organisasi ini, Ruri menemukan banyak masalah yang terjadi di bidang pertanian dan muncul banyak ide untuk berwirausaha. Tahun 2005, lahirlah usaha pertama yang ia kelola bernamaPatani Organik.

“Brand ini menjual sayuran dan buah-buahan fresh. Kita ingin mengubah pandangan orang tentang sayur

dan buah organik. Bahan makanan yang organik itu bukan hanya untuk orang kaya. Makanan organik bisa dibeli dengan harga terjangkau dan dinikmati oleh seluruh kalangan. Karena setiap orang berhak hidup sehat,” terangnya.

Sukses dengan brand pertamanya, Ruri kembali berkarya dengan Skincare Nectars-nya. Brand yang baru berdiri selama enam bulan ini ternyata sudah menghasilkan omset lebih dari Rp 100 juta/bulan.

Dalam kegiatan ini, peserta dibagi menjadi dua kelompok (research dan entrepreneur) untuk mendapatkan bimbingan langsung dari kedua pembicara.
Selain keduanya, kegiatan ini juga menghadirkan Kusnandar, akrab disapa Kus, yang saat ini bekerja di PT. Indolab Utama sebagai senior sales executivebarang-barang laboratorium. Sebelumnya, Kus sering berpindah tempat kerja karena merasa kurang cocok di tempat lamanya.

“Sampai di satu titik saya bosan di Jakarta, akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke Brebes

. Di Brebes, saya mengajar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Sains di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Harapan Umat Brebes,” ujarnya.

Hanya bertahan setahun, Kus akhirnya memutuskan kembali ke Jakarta dan bekerja sebagai sales di perusahaan penyedia barang-barang laboratorium. Banyak kenalan Kus semasa kuliah tidak percaya Kus bekerja sebagai sales kaena sifatnya yang pemalu. Kus sendiri mengakui bahwa ia tidak pandai bicara.

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/