Hibah Tertahan, Bangunan Sekolah Gratis Nyaris Ambruk

Hibah Tertahan, Bangunan Sekolah Gratis Nyaris Ambruk

Hibah Tertahan, Bangunan Sekolah Gratis Nyaris Ambruk

Hibah Tertahan, Bangunan Sekolah Gratis Nyaris Ambruk
Hibah Tertahan, Bangunan Sekolah Gratis Nyaris Ambruk

Akibat dana hibah bantuan sosial tak kunjung dicairkan pelaksana tugas bupati Bandung

Barat Yayat T Soemitra, Puluhan siswa sekolah gratis MTs Nurul Mukhtariyah di Kampung Peusinggirang RT 05/02, Desa/Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpaksa menempati ruang kelas lain untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Mereka juga terpaksa gotong royong membereskan genteng lantaran khawatir dua ruang kelas yang setiap hari mereka gunakan untuk kegiatan belajar mengajar nyaris ambruk akibat rusak dan lapuk termakan usia.

Ketua Yayasan Nurul Mukhtariyah, Saiful Rachman mengungkapkan, kondisi

memprihatinkan itu terjadi karena dana hibah bantuan dari Kesra, Pemkab Bandung Barat, untuk perbaikan dua lokal di sekolahnya hingga kini belum juga turun.

“Kami dijanjikan dapat bantuan Rp150 juta untuk rehab dua ruang kelas yang rusak dari Pemkab Bandung Barat. Namun Plt Bupati Bandung Barat hingga kini belum menandatangi pencairan hibah itu, padahal alokasi bantuannya sudah tercatat,” ungkapnya, Sabtu (2/6).

Dia sangat memaklumi jika Plt Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra sangat berhati-hati

dalam mencairkan dana hibah. Apalagi KBB saat ini masih disorot setelah adanya kasus OTT kepada sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Bandung Barat oleh KPK yang juga menyeret Bupati Abubakar. Tapi dirinya meminta jangan sampai itu menjadi penghalang kebijakan sehingga berdampak kepada masyarakat.

“Plt harus berani selama tidak ada aturan yang dilanggar, karena dia saat ini menjadi orang nomor satu di KBB. Jangan karena ketakutan yang berlebihan membuat masyarakat jadi dirugikan,” kata dia.

Saiful mengatakan, yayasannya mulai merintis sekolah gratis dan asrama gratis bagi para siswanya sejak 2007. Awalnya siswanya hanya 10 orang namun saat ini telah bertambah menjadi 84 siswa dengan jumlah total rombongan belajar sebanyak empat kelas. Namun karena ada dua kelas yang rusak maka ruang kepala sekolah dan perpustakaan dijadikan tempat belajar sementara.

Terpisah Plt Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra mengakui, jika ada sebagian pencairan dana hibah yang belum dicairkan. Kehati-hatian diperlukan agar jangan sampai pencairannya jadi masalah. Untuk itu setiap berkas pengajuan yang akan ditandatangani harus dibaca satu persatu dan dipastikan benar tidak dan ada atau tidak penerimanya.

“Berkas itu menumpuk, dalam sehari tidak semua bisa ditandatangani karena harus dibaca satu persatu. Jadi saya minta bersabar karena ini demi kebaikan bersama,” tuturnya.

 

Sumber :

https://balad.org/sejarah-nama-kota-makassar/