Galaksi Bimasakti

Galaksi Bimasakti

Galaksi BimasaktiGalaksi Bimasakti

Galileo dengan teleskopnya menemukan bahwa pita cahaya difuse yang disebut kabut susu (The Milky way)  terdiri dari sejumlah besar bintang yang tidak dapat dilihat dengan mata biasa (unaided eye).  Kumpulan sejumlah besar bintang dalam kesatuan akibat gravitasi mutual disebut galaksi.  Benda langit yang memancarkan cahaya sendiri disebut bintang.  Matahari adalah sebuah bintang yang termasuk dalam galaksi Bimasakti atau galaksi kabut susu (The Milky Way Galay).  Galaksi Bimasakti yang berisi sekitar 100 milyar bintang adalah salah satu sistem kumpulan bintang yang sekarang dikenal sebagai tipe utama struktur alam semesta (universe).

Usaha untuk menentukan ukuran sistem galaksi diawali oleh ahli astronomi Belanda Jacobus Kapteyn (1851-1922)  pada abad ke 20.  Ia adalah seorang pioner astronomi statistik modern yang berusaha menghitung jumlah bintang persatuan volume (the star density)  sebagai fungsi jarak dari matahari.  Jumlah relatif bintang yang berbeda cahaya dalam contoh (sample)  yang dikaji,  dianggap sama seperti jumlah relatif di antara bintang-bintang di sekitarnya yang dapat dikaji secara langsung.  Dengan mengetahui jumlah relatif bintang dengan kilapan (brightnesses)  dasar yang berbeda, Kapteyn mampu menentukan distribusi bintang di angkasa dengan  memperlihatkan distribusi dan kilapan bintang ketika dilihat pada langit dari bumi. Galaksi model ini disebut “alam semesta Kapteyn” yang merupakan sistem berbentuk piringan kecil dengan matahari pada pusatnya,

Sumber :

https://advertorial.co.id/bppt-tingkatkan-kemampuan-kapal-riset-baruna-jaya-i/