Fungsi dan Manfaat AC bagi Kesehatan Tubuh

Fungsi dan Manfaat AC bagi Kesehatan Tubuh

Fungsi dan Manfaat AC bagi Kesehatan Tubuh

Fungsi dan Manfaat AC bagi Kesehatan Tubuh
Fungsi dan Manfaat AC bagi Kesehatan Tubuh

Hidup sehat sudah pasti menjadi keinginan tiap orang. Hidup sehat yang kamu inginkan ini bisa kamu dapat dari mana saja, selain makanan bergizi dan gaya hidup sehat, ternyata air conditioner (AC) pun bisa memberi manfaat tak terduga.

Di balik kontribusinya terhadap pemanasan global, AC masih memiliki manfaat yang bisa kamu terima, selain fungsi utamanya sebagai pendingin ruangan.

Penasaran apa saja manfaat dari penggunaan AC untuk kesehatan kamu? Yuk, disimak 10 daftar manfaatnya di bawah ini!

 

Fungsi / Manfaat AC bagi Kesehatan

Menghindari Dehidrasi

Manfaat pertama adalah AC dapat melindungi kamu dari dehidrasi. Dehidrasi disebabkan oleh suhu panas yang berlebih, kemudian ketika berkeringat, cairan tubuh pun akan berkurang.

Penggunaan AC ini akan mengrangi resiko kamu terkena dehidrasi karena ACmenghilangkan suhu panas sebagai penyebab keringat.

Mengatasi Heatstrok

Heatstroke adalah keadaan di mana suhu tubuhmu meningkat secara drastis akibat terpapar suhu panas yang berlebih. Penggunaan AC bisa menjadi solusi untuk menurunkan suhu tubuh dan kestabilan suhu tubuhmu.

Dari udara dingin yang dikeluarkan AC, suhu tubuh akan cepat kembali normal.

 

Meningkatkan Kualitas Udara

AC memiliki kemampuan untuk menyaring polusi dan bakteri. Kemampuan ini akan meningkatkan kualitas udara di ruangan. Kualitas udara yang baik tentunya akan melancarkan dan bisa mencegah gangguan pernapasan.

Namun ingat, kondisi ini hanya berlaku jika AC-mu bersih, AC yang kotor justru akan memberikan dampak negatif untuk kesehatan.

 

Mengurangi Asma dan Alergi

Sebelumnya telas dijelaskan bahwa AC dapat meningkatkan kualitas udara. Nah, kualitas udara yang baik juga dapat menjauhkanmu dari asma dan alergi.

Penggunaan AC dapat menghilangkan polusi, bakteri, serta menghambat pertumbuhan jamur dan lumut yang dapat menyebabkan asma maupun alergi.

Elemen untuk Relaksasi

AC yang menyejukkan akan memberikan kenyamanan dan mengurangi tingkat stres dari diri seseorang. Agar mendapatkan relaksasi yang lebih lagi, kamu bisa menambahkan musik klasik dan lilin aromatherapy yang aromanya akan disebarkan angin dari AC.

 

Meningkatkan Produktivitas

Sebelumnya telah disebutkan, penggunaan AC pada ruangan dapat memberikan kenyamanan pada seseorang. Dalam kondisi nyaman seperti ini, seseorang akan cenderung bekerja atau beraktivitas dengan hati dan pikiran yang nyaman pula.

Berbeda dalam kondisi yang panas. Panas dapat mengakibatkan kamu cepat kelelahan dan stes, sehingga tidak bisa berpikir jernih.

 

Menjaga Temperamen

Udara panas dapat menurunkan kinerja otak, sehingga menyebabkan peningkatan pada detak jantung dan tekanan darah. Dengan kata lain, AC juga dapat bermanfaat untuk menjagamu dari rasa emosi dan cepat marah.

 

Mengatasi Sulit Tidur

AC juga dapat meningkatkan kualitas tidurmu. Suhu tubuh yang panas cenderung membuat seseorang menajdi sulit untuk tidur, pada kondisi seperti ini AC akan berperan untuk menetralkan suhu tubuhmu.

Namun, jangan gunakan AC di suhu yang terlalu rendah, karena justru akan menggangu tidurmu.

 

Menjaga Suhu Ruang untuk Bayi

Penggunaan AC juga berguna untuk kesehatan pada bayi lho, Toppers. Bayi belum bisa mengatur suhu tubuhnya, dan di sini AC berperan untuk menstabilkan suhu tubuhnya.

Selain itu, tentunya AC akan membuat tidur si kecil semakin nyenyak, serta akan mengurangi resiko dehidras, heatstroke, dan ruam kulit.

 

Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan, terungkap bahwa penggunaan AC ternyata bisa bermanfaat untuk menurunkan risiko komplikasi penyakit jantung. Hal ini dikarenakan penggunaan AC akan memengaruhi kebersihan udara dan suhu panas berlebih.

Jika kamu tinggal di daerah dengan kelembapan tinggi, ditambah suhu udara yang panas di siang hari. Ini bisa membuat kualitas napas menjadi berkurang.

Alasannya, karena kondisi tersebut menyebabkan stres pada jantung dan fungsi kardiovaskular, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung.

Baca Juga :