Fenomena Ganti Menteri Pendidikan, Ganti Kebijakan

Fenomena Ganti Menteri Pendidikan, Ganti Kebijakan

Fenomena Ganti Menteri Pendidikan, Ganti Kebijakan

Fenomena Ganti Menteri Pendidikan, Ganti Kebijakan
Fenomena Ganti Menteri Pendidikan, Ganti Kebijakan

Ketua Lembaga Pendidikan Maaruf Nahdlatul Ulama (NU) Arifin Junaidi

mengusulkan agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memberikan kebebasan pada satuan pendidikan.

Usulan tersebut menanggapi rencana penerapan full day school atau sistem pendidikan yang mewajibkan para siswa untuk berada di sekolah selama delapan jam dan lima hari berturut-turut.

“Menteri Pendidikan seharusnya memberikan kebebasan

pada satuan pendidikan untuk memilih model pendidikannya sendiri. Bukan memaksakan satu model pendidikan untuk semua satuan pendidikan di Indonesia,” ungkap Arifin melalui siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (16/6/2017).

Menurut Arifin, yang saat ini dibutuhkan pada sistem pendidikan di Indonesia arsitektur sistem pendidikan yang berorientasi jangka panjang.

“Bagaimana performa pendidikan 50 hingga 100 tahun ke depan, bukan setiap berganti menteri pendidikan, berganti kebijakan pula,” imbuhnya.

Selain sistem pendidikan yang memiliki konsep untuk jangka panjang,

Arifin mengatakan, sistem pendidikan harus relavan dengan kondisi masyarakat Indonesia.

“Sistem pendidikan harus relevan bukan justru bertentangan dengan potret masyarakat kita yang beragam dan multikultur,” tandasnya.

Seperti yang saat ini ramai diberitakan, wacana penerapan full day school pada tahun ajaran baru di Juli nanti menuai kecaman dan protes dari berbagai pihak. Sejumlah lembaga pun meminta agar kebijakan ini segera dicabut.

 

Baca Juga :