Diberhentikan dari Yayasan, Enam Orang Ini Tempuh Jalur Hukum

Diberhentikan dari Yayasan, Enam Orang Ini Tempuh Jalur Hukum

Diberhentikan dari Yayasan, Enam Orang Ini Tempuh Jalur Hukum

Diberhentikan dari Yayasan, Enam Orang Ini Tempuh Jalur Hukum
Diberhentikan dari Yayasan, Enam Orang Ini Tempuh Jalur Hukum

Terkait pemberhentian enam orang pengurus dan pengawas Yayasan Permata Mojokerto karena diduga mereka

bergabung dengan Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI), mereka pun menempuh jalur hukum.

Upaya keenamnya menempuh jalur hukum tersebut dengan menggandeng Pos Bantuan Hukum (Posbakum). Pasalnya, upaya somasi yang dilakukan sebelumnya dengan pihak Yayasan Permata Mojokerto tidak diindahkan.

Mereka menggugat keputusan Dewan Pembina Yayasan Permata ke Pengadilan Negeri

(PN) Mojokerto. Para tergugat antara lain Ketua Dewan Pembina Yayasan Ifan Hambali, Anggota Dewan Pembina Yayasan Anwar Sidarta dan Johan Arifin, serta Notaris Asal Pasuruan Wahyu Hidayat.
Baca Juga:

Soal Klaim PKS, Mantan Ketua HSN Berikan Jawaban Menohok
Intip Serunya Saat Millenials Ikut Flashmob PKS Surabaya
Fahri Ancam Ketua Majelis Syuro Jika Tak Segera Copot Lima Pimpinan PKS Bermasalah

Kuasa Hukum Cholid, Edy Yosep mengatakan, gugatan tersebut akan diajukan ke PN Mojokerto Kamis

(18/4/2019). “Kami ajukan karena ada dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Dewan Pembina Yayasan Permata Mojokerto,” ungkapnya, Selasa (16/4/2019).

Karena, jelas Edy, memberhentikan pengurus dan pengawas yayasan dilakukan secara tak lazim. Yakni melanggar Undang-undang Yayasan dan melanggar Anggaran Dasar Yayasan Permata Mojokerto. “Tujuannya agar akta notaris dan SK pemecatan itu dibatalkan sehingga kembali pada akta yang lama,” pungkasnya.

 

Baca Juga :