Dampak Gempa

Dampak Gempa

Seperti bahasan kita sebelumnya bahwa gempa merupakan salah satu tenaga endogen yang memengaruhi bentuk muka Bumi. Oleh karena itu, gempa berdampak langsung pada deformasi lapisan Bumi. Bentuk deformasi akan sangat tergantung pada arah dan kekuatan tenaga endogen itu sendiri. Di permukaan Bumi dampak gempa juga dipengaruhi oleh kekuatan gempa itu sendiri.

Kerusakan berat timbul dari gempa berkekuatan tinggi. Banyak bangunan hancur, rata dengan tanah, korban pun banyak berjatuhan. Memang benar gempa tidak hanya memberikan dampak bagi lingkungan fisik, tetapi juga kehidupan sosial masyarakat. Cobalah temukan dampak lain gempa terhadap kehidupan sosial.

Oleh karena dahsyatnya dampak yang diakibatkan oleh gempa, maka kejadian gempa digolongkan sebagai salah satu bencana yang harus diwaspadai karena dapat juga menyebabkan tsunami. Ya, gempa menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya tsunami. Akan tetapi, tidak semua gempa menyebabkan tsunami.

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan tsunami, antara lain gempa berkekuatan besar seperti yang terjadi di Aceh tahun 2004 (lebih besar 6 SR, pusat gempa berada di dasar laut dengan pusat gempa yang dangkal, dan adanya dislokasi kerak Bumi bawah laut).

Gerakan vertikal pada kerak Bumi dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang ada di atasnya. Pada akhirnya menyebabkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai akan menjadi gelombang besar yang disebut tsunami.

Bentuk Muka Bumi Akibat Gejala Diastropisme

1)      Diastropisme adalah proses pembentukan kembali kulit bumi melalui penampakan berupa patahan atau lipatan. Penampakan tersebut dapat terjadi akibat pengangkatan dalam waktu lama (epirogenesa) ataupun berlangsung agak cepat dan waktu yang relatif singkat (orogenesa).

2)      Patahan adalah perubahan posisi batuan akibat bekerjanya gaya endogen pada batas lempeng. Patahan bisa terbentuk saat terjadinya gerakan tektonik ataupun lama sesudah itu.

Patahan merupakan gejala yang sangat umum pada batuan, terutama pada batuan yang berlapis-lapis seperti batuan sedimen. Bidang patahan merupakan tempat-tempat yang lemah pada kerak bumi. Daerah patahan tidak hanya terdapat pada satu lokasi, tetapi dapat meliputi daerah yang luas. Daerah patahan yang luas disebut zona patahan.

Patahan yang terjadi di sepanjang kerak bumi yang mengalami pergerakan disebut sesar atau fault.

Sesar umumnya disebabkan oleh tiga macam gaya yang meliputi tekanan (compression), tegangan (tension), dan gesekan (shearing). Gaya-gaya penyebab sesar seringkali ditemukan di wilayah batas lempeng.

Berdasarkan penyebabnya, dikenal tiga macam sesar, yaitu sesar naik, sesar turun, dan sesar mendatar.

Sumber: http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2020/07/14/jasa-penulis-artikel/