Culture Studies Adalah

Culture Studies Adalah

Culture Studies Adalah

Culture Studies Adalah
Culture Studies Adalah

Kebudayaan Merupakan

Sebuah kata yang relatif sulit didefinisikan karena memang ruang lingkupnya yang terlalu luas, dalam buku Seri mengenal dan Memahami Sosiologi, Richard Osborne dan Borin Van Loon merinci apa-apa saja yang bisa masuk dalam kategori kebudayaan. Hal-hal itu adalah : (Osborne, Van Loon , 2005 : 139) :

  1. Norma-norma, nilai-nilai, ide-ide, dan cara melakukan sesuatu di masyarakat tertentu.
  2. Semua sarana komunikasi, seni, benda-benda material, dan objek-objek, yang sama-sama dimiliki oleh suatu masyarakat. Pengembangan pikiran, peradaban dan cara belajar masyarakat.
  3. Cara hidup yang dianut oleh kelompok budaya tertentu.
  4. Praktik – praktik yang menghasilkan makna dalam suatu masyarakat (yang  menandakan praktik tersebut).

‘Budaya’ dalam cultural studies tak didefinisikan sebagai ‘budaya tinggi’, sebuah budaya adiluhung estetis, namun lebih kepada teks dan praktik kehidupan sehari-hari. Budaya dalam cultural studies bersifat politis, yaitu sebagai ranah konflik dan pergumulan kekuasaan. Kiranya, budaya dan pergumulan kekuasaan yang melingkupinya inilah yang menjadi inti dari cultural studies.

Bertolak dari pemaparan di atas bila dikaitkan dengan budaya indonesia yang terlihat pada iklan produk kecantikan yang tersentuh modernisasi kini mulai banyak ditampilkan dengan model wanita yang berkulit putih, kemudian produk makanan siap saji yang ditawarkan melalui media massa, serta iklan-iklan lain yang berhubungan dengan pola dan praktik hidup manusia Indonesia. Bila di telisik lagi bukankah itu berbenturan dengan kondisi Indonesia, dimana ada yang sebenarnya tidak cocok dengan itu semua tetapi memaksakan diri karena informasi yang terus-menerus diulang di media massa misalnya. Fenomena ini perlu dikaji tentang apa saja yang terkait sehingga kita dapat menempatkan diri dengan bijak.

 

Parameter Cultural studies

Cultural studies merupakan suatu pembentukan wacana, yaitu ‘kluster (atau bangunan) gagasan-gagasan, citra-citra, dan praktik-praktik, yang menyediakan cara-cara untuk membicarakan topik, aktivitas sosial tertentu atau arena institusional dalam masyarakat. Cara-cara tersebut dapat berbentuk pengetahuan dan tindakan  yang terkait dengannya’ (Hall, 1997a: 6). Cultural studies dibangun oleh suatu cara berbicara yang tertata perihal objek-objek yang (yang dibawanya sebagai permasalahn) dan yang berkumpul di sekitar konsep-konsep  kunci, gagasan-gagasan dan pokok-pokok perhatian. Selain itu, cultural studies memiliki suatu momen ketika dia menemani dirinya sendiri, meskipun penamaan itu hanya menandai penggalan atau kilasan dari suatu proyek intelektual yang terus berubah.

Cultural studies itu sendiri mempunyai beberapa definisi sebagaimana dinyatakan oleh Barker antara lain yaitu sebagai kajian yang memiliki perhatian pada:

  1. Hubungan atau relasi antara kebudayaan dan kekuasaan.
  2. Seluruh praktik, institusi dan sistem klasifikasi yang tertanam dalam nilai-nilai partikular, kepercayaan, kompetensi, kebiasaan hidup, dan bentuk-bentuk perilaku yang biasa dari sebuah populasi berbagai kaitan antara bentuk-bentuk kekuasaan gender, ras, kelas, kolonialisme dan sebagainya dengan pengembangan cara-cara berpikir tentang kebudayaan dan kekuasaan yang bisa digunakan oleh agen-agen dalam mengejar perubahan berbagai kaitan wacana di luar dunia akademis dengan gerakan-gerakan sosial dan politik, para pekerja di lembaga-lembaga kebudayaan, dan manajemen kebudayaan.
  3. Cultural studies adalah suatu arena interdisipliner dimana perspektif dari disiplin yang berlainan secara selektif dapat digunakan untuk menguji hubungan kebudayaan dengan kekuasaan.
  4. Cultural studies terkai dengan semua pihak, institusi dan system klasifikasi tempat tertanamnya nilai-nilai, kepercayaan-kepercayaan, kompetensi-kompetensi, rutinitas kehidupan dan bentuk-bentuk kebiasaan perilaku masyarakat

 

Unsur-unsur Cultural studies

Unsur-unsur yang seharusnya ada dalam culture studies menurut Bennett (1998):

  1. Culture studies adalah suatu arena interdisipliner di mana perspektif dari disiplin yang berklainan secara selektif dapat digunakan untuk menguji hubungan kebudayaan dengan kekuasaan.
  2. ‘Culture studies terkait dengan semua praktik, institusi dan sistem klasifikasikasi tempat tertanamnya nilai-nilai, kepercayaan-kepercayaan, kompetensi-kompetensi, rutinitas kehidupan dan bentuk-bentuk kebiasaan perilaku suatu mansyarakat’ (Bennett 1998:28).
  3. Bentuk-bentuk kekuasaan yang dieksplolasi oleh culture studies beragam termasuk gender, ras, kelas, kolonialisme, dll. Culture studies berusaha mengeksplorasi hubungan antara bentuk-bentuk kekuasaan ini dan berusaha mengembangkan cara berfikir tentang kebudayaan dan kekuasaan yang dapat dimanfaatkan oleh sejumlah agen dalam upayanya melakukan perubahan.
  4. Arena institusional utama bagi cultural studies adalah perguruan tinggi, dan dengan demikian cultural studies menjadi mirip dengan disiplin-disiplin akademis lain. Namun, dia mencoba membangun  hubungan di luar akademi dengan gerakan sosial dan gerakan politik, para pekerja dalam institusi-instirusi, kultural, dan manajemen kultural.

 

Konsep-konsep Kunci dalam Cultural studies

Kebudayaan dan Praktik Signifikasi

Cultural studies tidak akan mampu mempertahankan namanya tanpa fokus pada kebudayaan. Sebagaimana dinyatakan Hall ‘Yang saya maksud dengan kebudayaan disini adalah lingkungan aktual untuk berbagai praktik representasi, bahasa dan adat istiadat masyarakat tertentu. Yang juga dimaksudkan adalah berbagai bentuk akal sehat yang saling kontradiktif yang berakar dalam, dan membantu membentuk, kehidupan orang banyak’ (Hall, 1996c: 439). Kebudayaan terkait dengan pernyataan tentang makna sosial yang dimiliki bersama, yaitu berbagai cara kita memahami dunia ini.

Cultural studies menyatakan bahwa bahasa bukanlah media netral bagi pembentukan makna dan pengetahuan tentang dunia objek independen yang ‘ada’ di luar biasa, tapi ia merupakan bagian utama dari makna dan pengetahuan tersebut. Jadi, bahasa memberi makna pada objek material dan praktik sosial yang dibeberkan olah bahasa kepada kita dan membuat kita bisa memikirkannya dalam konteks yang dibatasi oleh bahasa.

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/contoh-teks-ulasan/