CEO Realme Bicara Ekspansi ke Eropa dan Smartphone 5G

CEO Realme Bicara Ekspansi ke Eropa dan Smartphone 5G

CEO Realme Bicara Ekspansi ke Eropa dan Smartphone 5G

 

CEO Realme Bicara Ekspansi ke Eropa dan Smartphone 5G
CEO Realme Bicara Ekspansi ke Eropa dan Smartphone 5G

Realme baru-baru ini telah merilis smartphone barunya, Realme X di pasar Cina. Ya! Inilah langkah awal dari

Realme untuk menyasar pasar global. Seperti yang kita tahu, Realme begitu gencar untuk memasarkan smartphone besutannya di India dan Indonesia.

Nah! Terkait dengan hal itu, CEO Realme Global Sky Li, CMO Realme Xu Qi Chase dan CPO Realme Dereck Wang berbicara banyak di hadapan sejumlah media yang datang ke acara peluncuran Realme X dan ketiganya menjabarkan lebih lanjut rencana masa depan Realme.

Ketika disinggung koneksi Realme dengan OPPO, Sky Li mengatakan bahwa cukup banyak pengalaman yang diberikan oleh OPPO. Sementara Realme dibangun sebagai brand baru yang ditujukan untuk anak muda. Sky Li juga menegaskan, Realme merupakan perusahaan independen.

“Datang sebagai perusahaan independen, ini terkait dengan R&D, Pemasaran, Strategi Produk dan lain-lain. Sementara, kami masih menggunakan pabrik dan beberapa perangkat keras serta perangkat lunak, termasuk beberapa paten milik OPPO. Tetapi kami berupaya untuk mengubahnya,” jelas Sky Li.

Lantas, apakah pernyataan yang keluar dari mulut Sky Li menandaskan bahwa Realme akan beranjak dari ColorOS?

Dijawab singkat, bahwa Realme saat ini masih akan terus mendengar dengan hati-hati suara konsumennya dan berupaya untuk memberikan pengalaman yang berbeda untuk pasar yang berbeda.

Ketika disinggung mengenai produk apa lagi yang bakal dirilis oleh Realme, Sky Li menuturkan bahwa tujuan Realme di tahun ini tetap menjadi pabrikan smartphone yang akan meluncurkan perangkat untuk anak muda. Tak hanya smartphone, Realme tentunya juga akan meluncurkan banyak aksesoris.

Lebih jauh, Realme juga akan ekspansi ke Eropa. Direncanakan pada bulan depan, Realme akan memboyong Realme 3 Pro ke Rusia. Dalam waktu dekat, diperkirakan Realme juga akan menyasar pasar Perancis dengan membawa sejumlah perangkat yang dibutuhkan oleh pengguna di sana.

Terkait dengan Realme X, Realme memperkenalkan USB-C dan pemindai sidik jari di bawah layar untuk perangkat barunya itu. Sky Li menjelaskan bahwa pasar menginginkan sesuatu, oleh karena itu Realme mencoba untuk memenuhi permintaan tersebut.

“Seperti yang kita tahu bersama, Cina adalah pasar yang sangat besar dan kami mengharapkan pertumbuhan eksplosif karena penerapan 5G. Artinya, salah satu perangkat masa depan yang bakal populer di mata konsumen adalah smartphone dengan kemampuan 5G,” tambah Sky Li.

Terkait dengan pernyataan tersebut, apakah Realme akan menelurkan smartphone di atas ambang batas US$ 300 dengan koneksi 5G di dalamnya? Dijawab oleh Sky Li bahwa Realme masih menjadi perusahaan yang sangat muda dan berkeinginan untuk menjaga brand yang dibangun secara berkelanjutan.

Selain itu, Sky Li juga menjanjikan bahwa Realme tidak hanya ingin sekadar membanjiri pasar, tetapi juga membawa banyak kebahagiaan kepada pelanggan setianya. Sky Li mencontohkan, inilah mengapa smartphone yang dipasarkan oleh Realme tidak memiliki earphone di dalam kotak pejualannya.

Konsumen muda atau millennials benar-benar memilih tentang gaya mereka. Oleh karena itu, menyediakan

earphone generik bukan pilihan. Nah! Disinilah kami ingin menunjukkan cara Realme untuk membuat anak-anak muda tersebut lebih bahagia,” ujar Sky Li.

Selama pembicaraan berlangsung, Realme juga mengungkap angka penjualannya. Diperlihatkan oleh para eksekutif Realme tersebut bahwa dalam 12 bulan pertama perusahaan yang berbasis di India ini telah mendorong lebih dari 7 juta perangkat.

Sumber:

https://www.giantbomb.com/profile/danuaji88/blog/definition-of-majas/152771/