Bakal Biji dalam Bunga

Bagian-Bagian Bakal Biji Bunga

Bagian-Bagian Bakal Biji Bunga

Bakal Biji dalam Bunga
Bakal Biji dalam Bunga

Tangkai Kepala Putik (Stylus)

Tangkai kepala putik merupakan bagian putik yang biasanya berbentuk benang dan merupakan lanjutan bakal buah ke atas. Tangkai kepala putik itu berbentuk benang atau buluh yang dalamnya berongga, mempunyai saluran tangkai kepala putik atau tidak.

Kepala Putik (stigma)

Kepala putik adalah bagian putik yang paling atas, yang terdapat pada ujung tangkai kepala putik atau ujung cabang tangkai kepala putik itu.
Bentuk kepala putik amat beraneka ragam, biasanya disesuaikan dengan cara penyerbukan pada bunga yang bersangkutan.
a. Seperti benang
b. Seperti bulu ayam
c. Seperti bulu-bulu
d. Bulat
e. Bermacam-macam bentuk lagi, misalnya seperti bibir, seperti cawan, serupa daun mahkota.

Kelenjar Madu (Nectarium)

Berbagai jenis tumbuhan mempunyai bunga yang menghasilkan madu, dan oleh karenanya bunga itu lalu mendapat kunjungan berbagai macam binatang (serangga, burung) untuk mendapatkan madu tadi. Bunga yang di kunjungi binatang itu umumnya bunga yang sudah siap untuk diserbuki, baik kepala sari maupun kepala putiknya sudah masak untuk melakukan tugasnya.

Madu yang terdapat pada bunga biasanya dihasilkan oleh kelenjar madu (nectarium), yang berdasar asalnya dapat dibedakan dalam :
a. Kelenjar madu yang merupakan suatu bagian khusus pada bunga.
b. Kelenjar madu yang terjadi dari salah satu bagian bunga yang telah mengalami metamorfosis dan telah berubah pula tugasnya.

Baca Juga: https://www.pendidik.co.id/bagian-bagian-bunga/

Penyerbukan atau Persarian (pollinatio) dan Pembuahan (Fertillisatio)

Bunga merupakan organ tumbuhan yang nantinya akan menjadi buah dan di dalam buah nanti akan terjadi biji, dan di dalam bijilah terdapat calon tumbuhan baru, yaitu lembaga.
Bunga tumbuhan mempunyai susuna sedemikian rupa , sehingga dapat dicegah atau tidak dimungkinkan sama sekali terjadinya penyerbukan sendiri. Hal itu terbukti dari adanya hal-hal berikut :
a. Tumbuhan berumah dua (dioecus)
b. Adanya dikogami (dichogamy)
Berdasarkan perbedaan waktu masak antara kepala sari dan kepala putik pada bunga yang memperlihatkan dikogami, kita dapat membedakan :
1. Protandri atau proterandri
2. Protogini atau proterogini
c. Adanya hekogami (hercogamy)
d. Adanya heterostili (heterostyly)
Heterostili dapat dibedakan lagi dalam :
1. Heterodistil
2. Heterotristili
e. Adanya peristiwa kemandulan (sterilitas)

Diagaram Bunga

Diagram bunga merupakan suatu gambar poyeksi pada bidang datar dari semua bagian bunga yang dipotong melingkar, jadi pada diagram itu digambarkan penampang-penampang melintang daun-daun kelopak, tajuk bunga, benang sari, dan putik, juga bagian-bagian bunga lainnya jika masih ada.

Rumus Bunga

Kecuali dengan diagram, susunan bunga dapat pula dinyatakan dengan sebuah rumus, yang terdiri atas lambang-lambang, huruf-huruf, dan angka-angka, yang semua itu dapat memberikan gambaran mengenai berbaga sifat bunga beserta bagian-bagiannya.

Oleh suatu umus bunga hanya dapat ditunjukkan hal-hal mengenai 4 bagian pokok bunga sebagai berikut :
1. Kelopak, yang dinyatakan dengan huruf K singkatan kata kalix, yang merupakan istilah ilmiah untuk kelopak.
2. Tajuk atau mahkota, yang dinyatakan dengan huruf C singkatan kata corolla.
3. Benang-benang sari, yang dinyatakan dengan huruf A, singkatan androecium.
4. Putik, yang dinyatakan dengan huruf G, singkatan kata gynaecium.