Apollo 11: Kisah bagaimana proyek luar angkasa menyatukan umat manusia

Apollo 11: Kisah bagaimana proyek luar angkasa menyatukan umat manusia

Apollo 11 Kisah bagaimana proyek luar angkasa menyatukan umat manusia

Seolah-olah diterangi cahaya ilahi, roket Saturn V berkilauan saat berada di papan luncur di Cape Canaveral, Florida.

Dihiasi simbol bintang serta garis, diselubungi cahaya subuh berwarna emas dan merah tua, roket itu terlihat ibarat lagu kebangsaan Amerika Serikat.

Dalam pakaian luar angkasa mereka, tiga astronaut bersiap menjalani misi yang akan membawa mereka dan seluruh umat manusia ke sebuah peradaban baru.

Apollo 11: Foto-foto terindah dari misi pendaratan di Bulan

Apollo 11: Bukti foto yang mengukuhkan pendaratan di Bulan 50 tahun lalu
Delapan hal mengejutkan bagaimana pendaratan di Bulan mengubah kehidupan manusia sehari-hari

Usaha keras yang muncul dalam konflik menegangkan ini diakhiri dengan menyatukan seluruh warga dunia, setidaknya untuk sesaat.

Perlombaan berangkat ke bulan mulai terjadi pada 4 Oktober 1957, ketika Uni Soviet mengirim satelit buatan pertama ke jalur orbit bumi. Gelora bunyi satelit bernama Sputnik 1 itu menyebar teror ke seluruh penjuru Amerika Serikat.

Ada kekhawatiran bahwa musuh AS dalam Perang Dingin itu bakal segera menjatuhkan bom atom dari luar angkasa.
Hak atas foto SPUTNIK/SCIENCE PHOTO LIBRARY
Image caption Yuri Gagarin, manusia pertama yang terbang ke luar angkasa.
Ancaman terhadap eksistensi

Ketika Soviet mengirim astronaut pertama untuk mengorbit bumi

dan menjejakkan kaki di luar angkasa, pemerintahan AS takut bahwa dominasi teknologi negara komunis akan menunjukkan keunggulan ideologi itu.

AS kala itu menghadapi ancaman nyata atas prinsip dasar kehidupan mereka.

Pada 1961, Presiden AS John F Kennedy merespons Soviet dengan mengumumkan rencananya mengirim astronaut ke bulan.

Setahun kemudian, di Universitas Rice, Houston,

dengan gemilang dan gagah berani seperti dewa matahari, nama Apollo disematkan pada program luar angkasa itu,

 

sumber :

https://rollingstone.co.id/seva-mobil-bekas/