Al-Qatl (pembunuhan) Dan Al-Qishas (hukuman balas)

Al-Qatl (pembunuhan) Dan Al-Qishas (hukuman balas)

Tidak satu agama pun di dunia ini yang memandang hidup manusia begitu suci sehingga membunuh satu orang dianggap membunuh semua orang, dan siapa pun yang menyelamatkan jiwa seseorang seolah-olah telah menyelamatkan hidup seluruh umat manusia.

Al-Quran  telah memerintahkan untuk

 وَلَا تَقۡتُلُواْ ٱلنَّفۡسَ ٱلَّتِي حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلۡحَقِّۚ ذَٰلِكُمۡ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ ١٥١

151.dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar”. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya)[4]

Seseorang boleh mancabut hak hidup oranglain karena beberapan hal di antaranya:

1)      Hukum balas(qishas) bagi pelaku kejahatan yang membunuh seseorang dengan sengaja.

2)      Dalam perang(jihad) melawan musuh islam.

3)      Lelaki atau perempuan yang telah menika, di jatuhi hukuman had karena hukuman berzina.

  1. Qishas hukum balas

 Kata qishas berasal dari bahasa arab yaitu “qashasha” berarty memotong, atau dengan kata lain melakukan balas pembunuhan atas apa yang telah di lakukan oleh orang tersebub yng telah dengan sengaja menghilangkan nyawa seseorang.

Perintah qishash dalam al-Quran di dasarkan pada prinsip prinsip keadilan-keadilan yang ketat yang di dasarkan pada persamaan nilai-nilai kehidupan manusia.

 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلۡقِصَاصُ فِي ٱلۡقَتۡلَىۖ ٱلۡحُرُّ بِٱلۡحُرِّ وَٱلۡعَبۡدُ بِٱلۡعَبۡدِ وَٱلۡأُنثَىٰ بِٱلۡأُنثَىٰۚ فَمَنۡ عُفِيَ لَهُۥ مِنۡ أَخِيهِ شَيۡءٞ فَٱتِّبَاعُۢ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَأَدَآءٌ إِلَيۡهِ بِإِحۡسَٰنٖۗ ذَٰلِكَ تَخۡفِيفٞ مِّن رَّبِّكُمۡ وَرَحۡمَةٞۗ فَمَنِ ٱعۡتَدَىٰ بَعۡدَ ذَٰلِكَ فَلَهُۥ عَذَابٌ أَلِيمٞ ١٧٨

  1. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih[5].

Dengan ayat ini di masa sekarang kita dapat menyelaraskan dengan mempertimbangkan dari asas kemanusiaan dan kasih sayang untuk menjaga agar tidak terjadi yang namanya balas dendam tetapi memberikan hukuman yang setimpal atas apa yang telahdi lakukan.

Hukum qishas tidak baru bagi umat islam, para penganut agama islam di kenakan hukum yang sama seperti yang telah di wahyukan allah.

baca juga :