Adat Jawa Terkait Pendidikan Karakter

Adat Jawa Terkait Pendidikan Karakter

Banyak sekali nilai karakter Jawa yang sepatutnya dianut dan dikembangkan oleh masyarakat Jawa. Menurut Ki Tyasno Sudarto , Ketua Umum  Majelis Hukum Taman Siswa (2007) seperti yang dikutip oleh Prof Dr.Muchlas Samani, bahwa dasar filosofis karakter adalah Tri Rahayu (tiga kesejahteraan) yang merupakan nilai-nilai luhur (supreme values) dan merupakan pedoman hidup, diantaranya:

  • Mamayu hayuning salira (bagaimana hidup untukmeningkatkan kualitas diri pribadi)
  • Mamayu hayuning bangsa ( bagaimana berjuang untuk Negara dan bangsa)
  • Mamayu hayuning bawana (bagaimana membangun kesejahteraan dunia)

Sementara itu ajaran dari Ki Ageng Soerjomentaram mengatakan bahwa dalam menjalani hidup ini sebaiknya manusia tidak melakukan tigal hal, yaitu: ngangsa-angsa (ambisius), ngaya-aya (terbutu-buru, tidak teliti), dan golek benere dhewe (mau menang sendiri).

Disamping ajaran para leluhur, karakter yang diinginkan oleh manusia Jawa sering ditemukan dalam tembang-tembang Jawa. Misalnya dalam tembang “gundhul-gundhul pacul”yang liriknya sebagai berikut:

Gundhul-gundhul pacul,  gembelengan

Nyunggi-nyunggi wakul,gembelengan

Wakul glimpang segane dadi sak rattan

Makna dari lagu tersebut merupakan peringatan agar jika menjadi pemimpin dalam menerima amanah (Nyunggi wakul) tidak sembrono (gembelengan), tidak seenaknya sendiri.Akibatnya nanti seluruh tatanan dan aturan masyarakat dapat menjadi rusak, kondisi Negara tidak terkendali.

Sementara dalam pergaulan sehari-hari, berbeda jelas dengan adat Batak yang terus terang, orang jawa suka menggunakan perumpamaan atau simbol-simbol. Perumpamaan yang sering dijumpai dalam masyarakat Jawa yaitu:

  1. a)Mikul dhuwur, mendhem jero (menjunjung tinggi-tinggi, memendam dalam-dalam). Sikap hormat kepada orang tua dimana ketika orang tua sudah tidak ada seluruh kebaikannya dijunjung tinggi, sedangkan segala kekurangannya dipendam dalam-dalam.
  2. b)Ngono ya ngono, ning aja ngono (begitu ya begitu, tetapi jangan begitu). Suatu peringatan agar dalam bersikap, berbicara, bertindak tidak berlebihan.
  3. c)Aja dumeh (Jangan mentang-mentang). Maksudnya jangan sombong, jangan suka memamerkan diri, jangan meremehkan atau menghina orang lain.
  4. Adat Madura Terkait Pendidikan Karakter

Konsep pendidikan karakter dalam adat Madura terkandung dalam lagu-lagu daerah berbahasa Madura.Diantaranya lagu-lagu tersebut adalah Pa’ opa’ Iling yang syairnya sebagai berikut:

Pa’ opa’ iling dang dang asoko randhi,

Reng towana tar ngaleleng,

Ajhara ngajhi babana cabbhi,

Le ollena gheddang bighi.

sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/gbwhatsapp-apk/